sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Berkas tersangka penusuk Syekh Ali Jaber diserahkan ke JPU

Penyidik menunggu hasil penelitian JPU atas berkas tersangka Alvin Andrian.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 22 Sep 2020 10:31 WIB
Berkas tersangka penusuk Syekh Ali Jaber diserahkan ke JPU
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Penyidik Polres Bandar Lampung menyerahkan berkas tersangka Alvin Andiran (AA) yang merupakan penusuk Syekh Ali Jaber.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menyatakan, berkas telah diserahkan kemarin (21/9) ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung. Selanjutnya, penyidik akan menunggu petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengenai kelengkapan berkas.

"Pelimpahan pertama dilakukan agar berkas tersebut dapat segera diteliti, sehingga JPU dapat memberikan putusan, apakah berkas tersebut P-19 atau P-21," ucap Pandra dalam keterangan resminya, Selasa (22/9).

Dalam perkara tersebut, Pandra menyatakan penyidik telah memeriksa 20 saksi. Penyidik pun telah melakukan koordinasi dengan pihak RSJ untuk melakukan pengecekan kejiwaan tersangka yang akan menjadi pertimbangan hakim saat di pengadilan.

Dibeberkan Pandra, tersangka dikenakan pasal 340 juncto pasal 53 KUHP subsider 338 juncto 53 KUHP subsider pasal 351 ayat 2 juncto pasal 53 KUHP, serta UU Darurat No 12 Tahun 1951. Dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

"Kita tunggu hasil penelitian dari JPU," ujar Pandra.

Sebelumnya, Syekh Ali Jaber ditusuk saat mengisi ceramah di Masjid Falahuddin, Kota Bandar Lampung. Ia mengalami luka di lengannya karena serangan senjata tajam. Peristiwa penusukan terjadi ketika tausiah berjudul ‘memperbaiki hati’ itu telah 15 menit berlangsung.  

Polres Bandar Lampung pun menangkap tersangka AA yang telah melakukan penusukan. Tersangka disebut tidak merencanakan insiden penusukan terhadap Syekh Ali Jaber atau melakukannya secara spontan. 

Sponsored

Dalam pemeriksaan AA kerap berubah-ubah memberikan keterangan. Keluarga menyatakan AA memang memiliki gangguan kejiwaan.

Berita Lainnya