close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto Pixabay.
icon caption
Ilustrasi. Foto Pixabay.
Nasional
Senin, 20 Juni 2022 15:12

BNPT beri bimbingan anak terpapar Khilafatul Muslimin

Anak-anak bangsa yang telah bersekolah di tempat-tempat terafiliasi Khilafatul Muslimin harus menjadi urusan negara.
swipe

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tengah berupaya melakukan koordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait dan pemerintah daerah untuk memberikan bimbingan lanjutan kepada anak-anak yang bersekolah di yayasan pendidikan Khilafatul Muslimin. Pasalnya, anak-anak bangsa yang telah bersekolah di tempat-tempat terafiliasi Khilafatul Muslimin harus menjadi urusan negara.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengatakan, anak-anak tersebut menjadi tanggung jawab negara untuk mengurusnya. Oleh karena itu, anak-anak tersebut akan diberikan penjelasan supaya dapat mengerti situasi di Khilafatul Muslimin.

"Biar bagaimana pun anak-anak bangsa yang telah bersekolah di tempat-tempat itu harus kami urus, kami  berikan penjelasan yang baik kepada mereka, kami berikan saluran pendidikan yang dapat dilakukan oleh negara," kata Boy dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Senin (20/6). 

Boy menjelaskan, konsep tersebut sedang ia tawarkan kepada berbagai pemerintahan daerah. Terutama, pemerintah daerah yang saat ini berkoordinasi dengan BNPT terkait keberadaan sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan Khilafatul Muslimin.

Adapun bagian dari pemerintah daerah yang menjalin koordinasi dengan BNPT adalah pimpinan-pimpinan yang berada di Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), baik di tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi.

Boy menyebut, saat ini banyak masyarakat yang tidak menyadari kalau mereka terlibat di dalam kegiatan yang berpotensi melanggar konstitusi. Khususnya dalam hal mengusung ideologi radikal. 

Menurutnya, masyarakat perlu mewaspadai penyebarluasan paham intoleransi, radikalisme yang mengarah pada terorisme. Pasalnya, penyebaran tersebut terjadi sangat cepat seperti menyebarluasnya virus Covid-19. 

"Banyak masyarakat kita yang tidak merasa hal itu ternyata sudah masuk dalam ranah kondisi yang mengarah kepada pelanggaran hukum dan bahkan bisa mengarah kepada pelanggaran konstitusi," ujar Boy.

Menurutnya, pemerintah juga harus memberikan penjelasan yang baik kepada para eks murid agar mereka yang sekolahnya ditutup memahami alasan kegiatan-kegiatan di sekolah tersebut dihentikan. Selain itu juga guna mencari solusi yang terbaik bagi mantan murid sekolah tersebut.

“Itu yang kami perhatikan. Mereka tentu anak bangsa kita yang ingin sukses dalam berpendidikan dan kemudian sukses dalam meraih cita-cita,” ucap Boy.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Satriani Ari Wulan
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan