sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Boy Sadikin: Saya kasihan Anies, TGUPP tak terlihat hasil kerjanya

Hasil evaluasi TGUPP tahun 2019 harus dibuka ke publik.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 10 Agst 2020 21:16 WIB
Boy Sadikin: Saya kasihan Anies, TGUPP tak terlihat hasil kerjanya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) di DKI Jakarta dinilai terlalu gemuk. Kinerjanya juga sukar dievalusi karena tidak berada di bawah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Karena itu, mantan Wakil Ketua DPRD DKI Boy Sadikin meminta hasil evaluasi atau capaian kerja selama 2019 dibuka ke publik. "TGUPP bagaimana pun juga digaji melalui APBD. Jadi, warga berhak memantau atau mengetahui kerjaan TGUPP. DPRD DKI saja tidak bisa mengawasi, apalagi rakyat," ucap Boy Sadikin di Jakarta kepada wartawan, Senin (10/8).

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DKI itu menjelaskan, evaluasi kinerja OPD relatif gampang karena memiliki indikator keberhasilan dan kegagalan. Salah satunya, kata dia, kemampuan menyerap anggaran untuk pembangunan. 

Lalu, dia menjelaskan, pada 2019 serapan anggaran penanggulangan banjir hanya sebesar 60,7% dari total Rp3,87 triliun, jauh dari target 2019 yang sebesar 83% dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). 

Apalagi, capaian kinerja kedinasan tersebut hanya 64%. Lebih jauh, anggaran untuk 2020 juga dipotong sebanyak 21% dan hanya menyisakan Rp672 miliar. "Ini kan, penanganan banjir harusnya jadi prioritas. Namanya TGUPP harus bisa membantu gubernur. Jangan hanya membuat ribet," bebernya.

Karena itu, dia menilai, TGUPP saat ini hanya pemborosan anggaran lantaran terlalu banyak bidang dalam tim tersebut. Di antaranya bidang ekonomi dan percepatan pembangunan, bidang respons strategis, bidang hukum dan pencegahan korupsi, serta bidang pengelolaan pesisir.

"Saya melihat, tidak terlihat kerjanya. Padahal, ada 50 personel TGUPP. Tunggu saja hasil kerja 2020. Saya kasihan dengan Anies," ungkapnya. "Terlalu banyak orang jadi pemborosan anggaran. Birokrasi malah jadi nggak kerja maksimal." 

Mantan Ketua Relawan Pemenangan Anies-Sandi pada Pilgub DKI 2017 itu berpendapat, Anies Baswedan bisa meniru langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membubarkan puluhan lembaga negara yang dianggap tidak produktif 

Sponsored

"Saat ini, TGUPP saat ini terlalu 'gemuk'. Sebaiknya, Gubernur Anies menunggu kondisi normal untuk memfungsikannya. Harusnya TGUPP bisa bantu kelancaran tugas gubernur, kenyataan justru malah sebaliknya. Kerja TGUPP tak sesuai dengan tugas dan wewenang yang diatur Pergub No. 16/2019," tegas putra sulung mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin itu.

Berita Lainnya