sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Buruh lanjutkan unjuk rasa di depan kantor Jokowi

Buruh berharap Presiden Jokowi mau menemui mereka yang berunjuk rasa.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Kamis, 22 Okt 2020 11:36 WIB
Buruh lanjutkan unjuk rasa di depan kantor Jokowi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 543.975
Dirawat 71.420
Meninggal 17.081
Sembuh 454.879

Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) kembali menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker), Kamis (22/10) pagi.

"Kalau dari estimasi, sekitar 3.000 orang," kata Juru Bicara GEBRAK Ilhamsyah, saat dihubungi Alinea.id, Kamis (22/10).

Dalam unjuk rasa kali ini, Ilhamsyah berharap, Presiden Joko Widodo dapat menemui peserta aksi dan mendengarkan aspirasi mencabut UU Ciptaker.

"Jokowi jangan keras kepala, sudah seharusnya presiden mengambil keputusan mencabut UU Cipta Kerja ini. Guna meredakan kemarahan rakyat yang terus bergelombang di tengah pandemi ini," terang Ilhamsyah.

Segenap kejanggalan proses penyusunan UU Ciptaker, dapat menjadi pertimbangan kuat Joko Widodo untuk mencabut Omnibus Law UU Ciptaker.

"Dengan berubah-ubahnya halaman naskah UU ini, harusnya Jokowi sadar ada yang tidak beres sedari awal, hingga hari ini atas penyusunan UU kontroversial ini," tandas dia.

Sebagai informasi, gelombang aksi unjuk rasa terus dilakukan di sejumlah daerah, setelah pengesahan UU Ciptaker yang penuh kontroversial pada Senin (5/10).

Tetapi sepertinya harapan buruh agar presiden menemui mereka tidak akan terwujud. Pasalnya sejak pagi tadi (22/10), presiden bertolak menuju Provinsi Sulawesi Tenggara dalam rangka kunjungan kerja.

Sponsored
Berita Lainnya