sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Canangkan Sensus Penduduk 2020, Jokowi: Data lebih berharga dari minyak

"Data adalah the new oil, bahkan lebih berharga dari minyak."

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Jumat, 24 Jan 2020 15:27 WIB
Canangkan Sensus Penduduk 2020, Jokowi: Data lebih berharga dari minyak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 78572
Dirawat 37226
Meninggal 3710
Sembuh 37636

Presiden Joko Widodo mencanangkan pelaksanaan Sensus Penduduk 2020. Menurutnya, data ini sangat penting guna merumuskan kebijakan yang efektif untuk melaksanakan pembangunan.

"Data yang akurat sangat penting untuk kebijakan yang tepat. Jangan sampai eksekusi program atau kebijakan tidak berpegang data akurat," kata Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/1).

Dia menekankan pentingnya data sebagai komoditas pembangunan paling berharga. Jokowi menganalogikannya dengan komoditas strategis yang dibutuhkan berbagai negara, yaitu minyak.

Karena itu, Jokowi mengaku kerap menghubungi Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS untuk menanyakan langsung seputar data yang dibutuhkan.

"Data adalah the new oil, bahkan lebih berharga dari minyak," kata Presiden.

Menurut Jokowi, penduduk Indonesia yang saat ini berjumlah 267 jiwa akan meningkat menjadi 319 juta jiwa pada 2045. Dengan penduduk sebanyak itu,  data demografi dan persebaran menjadi penting untuk menentukan kebijakan pembangunan yang tepat.

Sensus penduduk merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap 10 tahun. Namun dalam sensus kali ini, pelaksanaannya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan Sensus Penduduk 2020 akan menggunakan metode kombinasi yang menggabungkan pendataan mandiri secara online, dan pendataan mandiri dengan mendatangi langsung rumah warga.

Sponsored

Pendataan online dilakukan pada 15 Februari hingga 30 Maret 2020. Adapun pendataan langsung akan dilakukan oleh petugas yang mendatangi rumah warga pada Juli 2020.

Data dasar yang digunakan adalah data administrasi kependudukan dan catatan sipil. Adapun tema sensus penduduk tahun ini adalah "Mencatat Indoneaia Menuju Satu Data Kependudukan untuk Indonesia Maju". (Ant)

Berita Lainnya