sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Disebut agamais, tetangga ungkap kebiasaan Edi Candra Purnama

Edi Candra merupakan orang yang tertutup. Ia jarang sekali keluar rumah untuk bersosialisasi dengan tetangga.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 27 Agst 2019 17:05 WIB
Disebut agamais, tetangga ungkap kebiasaan Edi Candra Purnama

Seorang pengusaha bernama Edi Candra Purnama yang tewas dibunuh oleh orang suruhan istrinya sendiri, Aulia Kesuma, merupakan sosok yang agamais di mata tetangga. Adalah Maryati, istri Ketua RT tempat tinggal korban yang mempunyai kesan demikian.

Saat ditemui Alinea.id di bilangan Lebak Bulus, Jakarta, Maryati menceritakan kebiasaan pria berusia 54 tahun itu ketika pagi. “Setiap subuh dia solat di masjid pinggir jalan raya sana,” kata Maryati di Jakarta pada Selasa, (27/8).

Menurut dia, Edi Candra kerap terlihat santai dalam hal berpakaian. Edi Candra, kata Maryati, selalu mengenakan pakaian kaos polo dipadu dengan celana jeans. Selain itu, Edi juga kerap mengenakan topi kebanggaannya. 

“Pakaiannya juga santai melulu, tidak terlihat seperti seorang pengusaha. Padahal, dia kan seorang pengusaha katanya,” ucap Maryati.

Namun demikian, Maryati menambahkan, Edi Candra merupakan orang yang tertutup. Ia jarang sekali keluar rumah untuk bersosialisasi. Ia hanya terlihat jika di lingkungan tempat tinggalnya mengadakan suatu kegiatan yang sifatnya tahunan.

“Penghuni rumah dikenal lingkungan sekitar memang tertutup dan tidak bersosialisasi dengan tetangga. Ketemunya jarang. Paling ketika ada pemilu. Terakhir terlihat lebaran haji kemarin, itu juga untuk mengambil daging saja,” kata Maryati.

Diberitakan sebelumnya, Edi Candra Purnama menjadi korban pembunuhan bersama anaknya Mohammad Adi Pradana oleh empat pembunuh bayaran. Para eksekutor membunuh kedua korban setelah mendapat perintah dari istri korban Aulia Kesuma.

Setelah kedua korban dihabisi nyawanya, jasadnya oleh para pelaku kemudian diserahkan kepada Aulia Kesuma dan seorang yang disebut polisi sebagai anak pelaku bernama Geovanni Kelvin Octaviannus Robert di sebuah SPBU di Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sponsored

Untuk menghilangkan jejak, Aulia Kesuma kemudian menyuruh anaknya Geovanni Kelvin membeli bensin. Kedua pelaku kemudian membawa jasad Pupung dan Adi ke wilayah Kampung Bondol, Desa Pondokaso Tengah, Kecamatan Cidahu.

Ketika menemukan tempat untuk menghilangkan barang bukti dan jejak, pelaku Geovanni Kelvin menyiramkan bensin ke tubuh kedua jasad korban beserta mobil. Tak buang-buang waktu, Geovanni langsung membakar mobil tersebut yang di dalamnya ada Pupung dan anaknya Adi Pradana. Setelah itu, Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin melarikan diri.