logo alinea.id logo alinea.id

DPO kerusuhan Papua tak ditemukan, polisi sita beragam senjata tajam

Beragam senjata tajam ditemukan dalam penggeledahan sebuah rusun di Jayapura.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 10 Sep 2019 10:15 WIB
DPO kerusuhan Papua tak ditemukan, polisi sita beragam senjata tajam

Aparat kepolisian Polda Papua gagal menemukan pelaku kerusuhan dalam sejumlah unjuk rasa yang terjadi di Papua dan Papua Barat beberapa waktu lalu, dalam penggeledahan di rusun Musa Hesage, Distrik Seram, Jayapura, Papua. Namun demikian, dalam penggeledahan yang dilakukan Senin (9/9), polisi menyita banyak barang bukti yang didominasi oleh senjata tajam. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, penggeledahan dilakukan untuk mencari DPO kerusuhan yang sampai saat ini masih dalam pencarian. 

"Juga mencari narapidana yang melarikan diri dari Lapas Abepura pada tanggal 28 Agustus 2019," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo melalui pesan singkat, Selasa (10/9).

Dedi mengatakan, penggeledahan dilakukan karena adanya informasi rusun tersebut kerap menjadi tempat berkumpul para pencuri sepeda motor. Rusun tersebut juga dihuni oleh berbagai kelompok masyarakat, mulai mahasiswa hingga masyarakat umum dan komunitas penduduk masyarakat dari Pegunungan Tengah. 

"Rusunawa dan asrama unit I sampai dengan VI sering dijadikan tempat persembunyian oleh para pelaku curanmor serta penampungan hasil kejahatan itu," ucapnya.
.
Dugaan tersebut terbukti dengan ditemukannya berbagai senjata tajam yang kemudian disita polisi. Adapun barang bukti yang disita di antaranya adalah samurai, parang, sabit, badik, kampak, tombak, busur, panah, parang, dan ketapel. Ditemukan juga baju dan celana TNI, bendera Komite Nasional Papua Barat (KNPB), serta berbagai aksesoris bercorak bendera Bintang Kejora. 

Dedi mengatakan, aparat meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas. "Karena yang bermukim selain dari mahasiswa, ada kelompok pelaku kejahatan dan aktivis separatis, sehingga perlu diawasi," kata Dedi. 

Selain rusun Musa Hesage, kemarin polisi juga menggeledah rusun mahasiswa Universitas Cenderawasih, Waena, Jayapura. Ada 18 orang yang diamankan dalam penggeledahan ini. 

Dirreskrimum Polda Papua Kombes Toni Harsono mengatakan, mereka yang ditangkap tengah melakukan pemeriksaan secara intensif. Sebab selain senjata tajam, dalam penggeledahan ini polisi juga menemukan atribut dan dokumen KNPB.

Sponsored

“Penyidik masih terus memeriksa mereka sehingga belum dipastikan berapa banyak yang sudah dijadikan tersangka dan dari jumlah tersebut berapa yang mahasiswa,” kata Toni.