sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

IPW sebut agama jadi kendala Irjen Pol Listyo jadi Kabareskrim

Ada sejumlah pihak di internal Polri yang menentang Irjen Pol Listyo Sigit menjadi Kabareskrim.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 20 Nov 2019 14:11 WIB
IPW sebut agama jadi kendala Irjen Pol Listyo jadi Kabareskrim

Indonesian Police Watch (IPW) menyebut calon Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Irjen Pol Listyo Sigit, akan mendapat pertentangan dari sejumlah pihak di internal Polri.

Ketua Presidium IPW Neta S. Pane mengatakan, dua faktor yang menyebabkan Listyo Sigit ditentang. Faktor pertama, karena Listyo merupakan nasrani.

Neta menyebut pertimbangan agama dalam setiap penetapan sejumlah pimpinan Polri memang sejak dulu ada. Meski bukan menjadi alasan yang akan memengaruhi kinerja Polri.

"Kalau soal itu (agama) dari dulu sudah ada, tapi hanya sekadar pertimbangan. Padahal selama ini sudah beberapa kali Kabareskrim dijabat oleh perwira non-Muslim dan yang bersangkutan tetap profesional," ujar Neta pada Rabu (20/11).

Faktor kedua adalah soal regenerasi di tubuh Polri. Listyo disebut terlalu dini untuk menjadi seorang Kabareskrim Polri.

"Kedua faktor usia dan angkatan Akpol dari 1991 yang dianggap terlalu muda. Selama ini juga tidak masalah Kapolri terpilih terlalu muda," ucap Neta.

Neta mengingatkan agar Kapolri Idham Azis tidak ragu menggunakan hak prerogatifnya untuk memilih Kabareskrim. IPW pun mendesak agar telegram resmi penunjukan Kabareskrim baru segera dikeluarkan.

Sumber Alinea.id di Polri menyebutkan, posisi Kabareskrim yang ditinggalkan Idham Azis akan diisi oleh Kepala Divisi Pengamanan dan Profesi Polri yang saat ini dijabat Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Listyo lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991. Pria kelahiran 5 Mei 1969 itu merupakan salah satu petinggi Polri yang hampir selalu mengawal setiap perjalanan politik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ketika Jokowi menjadi Wali Kota Solo, saat itu Listyo menjabat Kepala Polres Solo.

Sponsored

Saat Jokowi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2012, Listyo dirotasi ke Jakarta dengan menempati posisi Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri. Sebelum jadi ajudan Presiden Jokowi pada Mei 2013, Listyo bertugas sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sulawesi Tenggara.

Saat Jokowi terpilih jadi presiden pada 2014, Listyo diangkat menjadi ajudannya. Dua tahun kemudian, Listyo mendapat promosi jabatan sebagai Kapolda Banten dengan pangkat brigadir jenderal. Dua tahun berikutnya, Listyo mendapat kenaikan pangkat menjadi inspektur jenderal dan menempati jabatan Kadiv Propam Polri.