sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Edi Candra dikenal tertutup, terakhir terlihat tetangga saat Iduladha

Edi Candra jarang bersosialisasi dengan tetangga. Ia hanya terlihat jika di lingkungan tempat tinggalnya ada suatu kegiatan.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 27 Agst 2019 15:33 WIB
Edi Candra dikenal tertutup, terakhir terlihat tetangga saat Iduladha

Tinggal bersama keluarganya di rumah berlantai dua di Jalan Lebak Bulus 1 Kavling 129 B Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pengusaha bernama Edi Candra atau biasa disapa Pupung Sadili merupakan sosok pria sekaligus kepala keluarga yang tertutup.

Edi Candra diketahui jarang keluar rumah untuk bersosialisasi dengan para tetangga. Ia hanya terlihat jika di lingkungan tempat tinggalnya mengadakan suatu kegiatan yang sifatnya tahunan. Demikian penuturan Maryati, istri Ketua RT setempat.

“Penghuni rumah dikenal lingkungan sekitar memang tertutup dan tidak bersosialisasi dengan tetangga. Ketemunya jarang. Paling ketika ada pemilu. Terakhir terlihat lebaran haji (Iduladha) kemarin, itu juga untuk mengambil daging saja,” kata Maryati kepada Alinea.id di Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Selasa (27/8).

Adapun terakhir kontak, kata Maryati, dilakukan ketika Edi Candra meminta bantuan untuk mengurus kehilangan kartu identitas atas nama anaknya. Saat itu, Edi Candra menghubungi suaminya yang merupakan Ketua RT setempat. Namun belakangan permintaan bantuan kepada suaminya itu batal dilakukan.

“Waktu itu (Edi Candra) telepon minta tolong, tapi tidak jadi, karena KTP-nya sudah ketemu katanya,” ucap Maryati.

Selain jarang bersosialisasi dengan warga, Maryati menambahkan, rumah yang terletak di baris ketiga dari lampu merah perempatan Jalan Lebak Bulus I itu juga kerap kosong. Belum lama ini atau pada Sabtu (24/8) sekitar pukul 19.00 WIB, balkon lantai dua rumah korban terbakar. Empat mobil pemadam kebakaran sampai-sampai dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. 

“Waktu itu tiba-tiba ada asap dan diketahui oleh tetangga sebelah. Kemudian tetangganya itu memanggil pemadam kebakaran. Api katanya berasal dari stop kontak yang meleleh,” tutur Maryati.

Lebih lanjut, Maryati mengungkapkan, Edi Candra Purnama menempati rumah berlantai dua yang kini telah dipasang garis polisi itu bersama istrinya Aulia Kesuma dan dua anaknya yang masih remaja, yakni Mohammad Adi Pradana dan Geovanni Kelvin Octaviannus Robert. Kemudian, ada pula anaknya yang lain yang masih berusia empat tahun. 

Sponsored

“Selian itu, ada juga keponakannya yang tinggal di situ. Dan pembantu rumah tangga,” tutur Maryati. 

Edi Candra Purnama diketahui tewas dalam kondisi mengenaskan. Bersama anaknya Mohammad Adi Pradana, Edi Candra dihabisi setelah diculik oleh empat orang suruhan Aulia Kemala istrinya. Setelah dibunuh, Edi Candra dan Adi Pradana dibakar beserta mobil yang ditumpanginya oleh Aulia Kesuma dibantu Geovanni Kelvin Octaviannus Robert di Sukabumi, Jawa Barat.

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Rabu, 20 Nov 2019 19:35 WIB
Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Selasa, 19 Nov 2019 21:07 WIB