sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Fahri Hamzah tuding KPK penyebab tak tuntasnya kasus Century

"Ini skandalnya ada di KPK, karena ada conflict of interest di dalamnya."

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Rabu, 19 Sep 2018 16:52 WIB
Fahri Hamzah tuding KPK penyebab tak tuntasnya kasus Century
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 78572
Dirawat 37226
Meninggal 3710
Sembuh 37636

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah angkat bicara terkait kasus Bank Century yang kembali mencuat setelah terbitnya pemberitaan dari Asia Sentinel. Dalam laporan berjudul Indonesia's SBY Government: 'Vast Criminal Conspiracy', SBY disebut sebagai dalang pencucian uang dan bailout Bank Century.

Menurut Fahri, kasus Bank Century tak akan menjadi polemik jika KPK mau mengungkapnya secara tuntas. Fahri menyebut, ada pihak yang dilindungi KPK sehingga komisi antirasuah tak tuntas mengusut kasus tersebut.

Dia menjelaskan, ada dua pokok perkara dalam kasus Bank Century. Pertama adalah kasus pembobolan dana Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) senilai Rp 6,7 triliun. Kemudian kasus penutupan Bank Century setelah ditetapkan sebagai bank gagal berdampak sistemik pada 21 November 2008.

"Dalam sidang paripurna DPR juga sudah jelas keputusannya, bahkan dalam sidang tersebut juga sudah terlihat siapa yang bertanggung jawab, nama-nama disebut disitu, tapi saat sampai KPK, itu diputar kembali, ada kesan ada yang dilindungi," kata Fahri di DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa(19/9).

Dia juga menuding ada banyak orang di KPK, yang melindungi kasus Bank Century agar tak terungkap.

"Saya walk out waktu pembahasan Bank Century pada masa KPK zaman Bambang, karena ada skandal di dalamnya. Ini skandalnya ada di KPK, karena ada conflict of interest di dalamnya," ucapnya.

Sebelumnya, Asia Sentinel menyebut SBY melakukan pencucian uang senilai US$12 miliar. Pencucian uang tersebut, dilakukan melalui Bank Century, yang disebut Asia Sentinel sebagai bank-nya SBY.

Hanya saja, Asia Sentinel telah menghapus berita artikel berjudul Indonesia's SBY Government: 'Vast Criminal Conspiracy' di laman websitenya. 

Sponsored
Berita Lainnya