sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gus Dur sebagai budayawan dan penyuka dangdut

"Setelah 10 tahun pascameninggalnya Gus Dur, gerakan penghancuran tradisi dan budaya terus terjadi," kata Sinta Nuriyah.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Minggu, 29 Des 2019 04:15 WIB
Gus Dur sebagai budayawan dan penyuka dangdut
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 74018
Dirawat 35764
Meninggal 3535
Sembuh 34719

Istri almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sinta Nuriyah, mengatakan selama ini suaminya hanya dikenal orang sebagai presiden dan kiai.

Padahal, ungkap Sinta, Gus Dur juga politikus yang humoris dan seorang budayawan. Bahkan, Gus Dur pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

“Bukan hanya berhenti pada pemikiran dan ide saja, Gus Dur menerapkannya pula dalam laku hidupnya. Terbukti, dari konsistensi dia membela tradisi sebagai cerminan nilai-nilai kemanusiaan,” kata Sinta dalam acara “Haul Sepuluh Tahun Berpulang Gus Dur” di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12).

Menurut Sinta, bagi Gus Dur melestarikan kebudayaan pada hakikatnya menjaga kemanusiaan. Melalui gagasan pribumisasi Islam, Gus Dur melestarikan gerakan silaturahim untuk mempertahankan tradisi agar tak terancam sekelompok orang yang mengatasnamakan agama.

"Gus Dur merajut retakan itu agar diserap kembali. Setelah 10 tahun pascameninggalnya Gus Dur, gerakan penghancuran tradisi dan budaya terus terjadi,” kata Sinta.

“Seperti penghancuran patung dan pelarangan tradisi upacara adat atas nama agama. Kondisi itu membuat bangsa ini mengalami defisit tradisi."

Sementara itu, putri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid mengatakan, kiprah dan sumbangsih ayahnya dalam hal kebudayaan bisa menginspirasi dan menjawab tantangan persoalan bangsa. Hingga kini, kata dia, pemikiran Gus Dur masih relevan.

“Tak mengherankan kalau gagasan dan konsep kebudayaan Gus Dur telah menjadi bahan rujukan penting bagi para pemikir dan pelaku budaya,” ujar Inayah.

Sponsored

Menurutnya, komitmen membela kebudayaan kaum marginal membuat Gus Dur layak disebut advokat budaya. Gus Dur, kata Inayah, ikut mewarnai dan memperkaya nilai-nilai kemanusiaan serta kebangsaan lewat kebudayaan.

Ia menuturkan, bagi Gus Dur, kebudayaan menyangkut persoalan solidaritas. Yang menarik, Inayah mengungkapkan, Gus Dur selalu menyarankan untuk mendengarkan lagu dangdut bila ingin memahami sebuah masyarakat.

Gus Dur menganggap, dangdut bukan hanya terkait karya seni, melainkan realitas kesedihan atas berbagai masalah yang dihadapi sehari-hari.

"Itu sebabnya beliau selalu minta saya untuk sering-sering mendengar lagu dangdut," ucap Inayah.

Berita Lainnya