close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Gus Yahya usai kemenangannya dalam Muktamar PBNU di Lampung, Jumat (24/12). Dok. Istimewa
icon caption
Gus Yahya usai kemenangannya dalam Muktamar PBNU di Lampung, Jumat (24/12). Dok. Istimewa
Nasional
Jumat, 24 Desember 2021 18:31

Gus Yahya diharapkan selesaikan tiga pekerjaan rumah PBNU

Gus Yahya diharapkan jalankan pesan Presiden Jokowi dalam memimpin PBNU.
swipe

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Maman Imanulhaq meminta jajaran pengurus baru di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU melakukan konsolidasi usai penyelenggaraan Muktamar ke-34 NU di Lampung.

Maman mengapresiasi penyelenggaraan Muktamar NU yang berlangsung secara demokratis dan lancar. Meski sedikit diwarnai perdebatan alot hingga sempat memanas, namun gelaran lima tahunan itu dianggap sukses dan melahirkan nahkoda baru kepengurusan PBNU.

"Kini saatnya NU melakukan konsolidasi, merapatkan kembali barisan untuk menyongsong satu abad pengabdian NU. NU adalah rumah besar, tempat berjuang bersama semua kalangan yang memiliki prinsip ideologi Islam ahlussunah wal jamaah dan memiliki komitmen keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan," kata Maman kepada Alinea.id, Jumat (24/12).

Dalam catatan Maman, Gus Yahya setidaknya punya tiga pekerjaan rumah (PR) yang tidak mudah dalam memimpin roda organisasi hingga 2026. Salah satunya, yakni penguatan institusi. 

Selain itu, di era society 5.0 yang telah berjalan, NU harus menjadi lokomotif untuk melakukan transformasi digital. Sementara PR lain yang tidak kalah penting adalah penguatan dan pembenahan manajemen sumber daya manusia (SDM) baik di dalam warga nahdliyin maupun kepada publik pada umumnya.

"NU tidak hanya sekadar hanya melakukan transformasi digital, tetapi lebih dari itu, yakni melakukan penguatan SDM untuk menjawab tantangan zaman," ujar dia.

Menurut Maman, sesuai dengan tantangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikemukakan saat membuka Muktamar NU, Gus Yahya juga harus mampu menafsirkan serta menjawab harapan Jokowi di bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan.

Soal transformasi digital, pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi ini berharap, manuskrip-mauskrip kuno dan kitab-kitab tradisional segera didigitalisi, sehingga NU memiliki e-book yang bisa lebih dimanfaatkan oleh publik. 

Sementara di bidang SDM, dengan potensi yang sangat besar dan melimpah, Gus Yahya diharapkan menginventarisir potensi itu dan menempatkannya sesuai bidang serta keahlian yang mereka miliki untuk kemajuan NU dengan peradaban dunia lebih baik lagi.

"Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada KH Miftachul Akhyar dan Gus Yahya yang telah terpilih menjadi Rais Aam dan Ketum PBNU untuk 5 tahun ke depan. Semoga di bawah kepemimpinannya NU semakin besar dan bermanfaat untuk Indonesia dan dunia," kata anggota Komisi VIII DPR ini.

Di sisi lain, dia mengucapkan terima kasih kepada KH Said Aqil Siradj atas pengabdian yang sangat konstruktif dan signifikan bagi NU dan Indonesia di masa kepemimpinannya. Sebagaimana diketahui, Said Aqil telah memimpin NU selama dua periode.

img
Marselinus Gual
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan