sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Hore! MRT Ratangga Jakarta masih gratis sampai 30 Maret

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan moda raya terpadu (MRT) Ratangga masih akan beroperasi secara gratis hingga 30 Maret 2019.

Akbar Persada
Akbar Persada Jumat, 22 Mar 2019 20:39 WIB
Hore! MRT Ratangga Jakarta masih gratis sampai 30 Maret

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan moda raya terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Ratangga masih akan beroperasi secara gratis hingga 30 Maret 2019. 

Meski masih gratis bagi warga, ia menyampaikan pengoperasian MRT tersebut bukan lagi dalam fase uji coba publik atau trial run

"Itu pengoperasian non komersial, artinya warga bisa menaiki dan cuma-cuma," ujarnya saat menghadiri Musrenbang di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jumat (22/3).

Pengoperasian tanpa tarif ini diketahui melebihi fase trial run yang diberlakukan PT MRT Jakarta yang telah berlangsung dari 12 sampai 24 Maret 2019 mendatang. Pada akhir fase tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan meresmikan pengoperasian MRT.

Anies mengakui keputusannya menggratiskan MRT hingga akhir bulan ini dikarenakan belum putusnya besaran tarif di meja DPRD DKI. Penyebabnya, DPRD belum menyetujui besaran subsidi yang diusulkan tim penentu tarif Pemprov DKI.

Meski demikian, mantan Menteri Pendidikan itu mengatakan tim penentu tarif akan kembali menghadiri rapat pimpinan gabungan yang digelar DPRD DKI, Senin (25/3) mendatang. Dalam rapat tersebut Anies memastikan tarif MRT akan disepakati dan ditetapkan.

"Jadi MRT akan beroperasi secara non komersial sampai dengan tanggal 31 Maret. Sesudah tanggal 1 April MRT mulai beroperasi secara komersial," ungkapnya.

Tarif MRT Rp1.000

Sponsored

Untuk kisaran besaran tarif MRT, Gubernur Anies Baswedan menyatakan seperti sebelumnya. Saat beroperasi secara komersial tiap penumpang akan dihitung Rp1.000 per kilometer. 

Artinya, tiap penumpang bisa dikenakan tarif sebesar Rp15.000 lebih per perjalanan MRT dari Lebak Bulus-Bundaran-HI karena memiliki panjang lintasan 15,7 kilometer. 

Anies mengatakan, PT MRT Jakarta nanti akan menyiapkan tabel di semua stasiun Ratangga. Tabel tersebut akan berisi daftar harga perjalanan dari stasiun satu ke stasiun lainnya.

"Dari Stasiun Lebak Bulus misalnya, kemudian sampai Stasiun Blok M itu harganya berapa. Dari Stasiun Senayan misalnya sampai Bundaran HI harganya berapa. Jadi Harganya nanti antar stasiun," terangnya.

Gubernur Anies meyakini skema tersebut dapat menjadi jalan tengah atas keberatan DPRD DKI Jakarta yang sebelumnya berpendapat adanya pemborosan pada usulan subsidi yang diusulkan.

Tim perumusan tarif Pemprov DKI mengusulkan alokasi subsidi sebesar Rp672 miliar ke DPRD DKI untuk tarif MRT dalam sembilan bulan ke depan. 

Usulan tersebut untuk menjangkau nilai subsidi sebesar Rp21.659 per penumpang. Dengan subsidi tersebut, tiap penumpang akan dikenakan tarif Rp10.000. Pemprov mengestimasikan sebanyak 65.000 penumpang MRT per hari.