close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi demam/Pixabay.
icon caption
Ilustrasi demam/Pixabay.
Nasional
Selasa, 30 November 2021 22:01

Indonesia catat 48.000 kasus dengue sepanjang 2021

Dua kasus penyakit lain akibat nyamuk, yakni malaria dan filariasis atau kaki gajah juga relatif masih tinggi di Indonesia.
swipe

Pemerintah Indonesia mencatat sedikitnya 48.000 kasus demam dengue sepanjang 2021 hingga November ini. Dua kasus penyakit lain akibat nyamuk yakni malaria dan filariasis atau kaki gajah juga relatif masih tinggi. Data Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ) menyebutkan kasus dengue terjadi secara merata di 477 kabupaten/ kota di 34 provinsi.

Kasus tertinggi berada di Pulau Jawa dan kawasan-kawasan urban yang mengedepankan sektor industri. Kasus dengue tertinggi sepanjang 2021 terjadi di Kota Depok dengan 2.544 kasus, disusul Kota Bandung (2.182), Kota Bekasi (1.841), Kabupaten Bandung (1.155), dan Kabupaten Bogor (970).

Direktur P2PTVZ, Didik Budijanto dalam peringatan Hari Pengendalian Nyamuk 2021 pada Selasa (30/11) menyebutkan, untuk menekan angka kasus penyakit akibat nyamuk pemerintah mendorong masyarakat melakukan intervensi terhadap kepadatan vektor yang berperan sebagai alat transmisi persebaran virus dari hewan ke manusia.

“Salah satu caranya adalah perilaku hidup bersih dan sehat, bersihkan genangan-genangan air yang menjadi sarang hewan-hewan pembawa penyakit,” ujar Didik.

Saat ini upaya yang dilakukan adalah menghentikan kepadatan vektor sampai di bawah baku mutu untuk mengurangi penularan. Di samping itu, upaya juga dilakukan untuk mengurangi dampak penyakit pada penderita filariasis.Saat ini, Kementerian Kesehatan telah meluncurkan e-Zoonosis yang merupakan sistem informasi pencatatan penyakit zoonotik berbasis website dan android.

Aplikasi ini digunakan oleh semua fasilitas kesehatan di semua tingkatan secara nasional. Kasus yang telah didata oleh petugas faskes dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perencanaan, monitoring, dan evaluasi program. E-Zoonosis mengakomodasi tujuh penyakit zoonotik antara lain rabies, leptospirosis, antraks, pes, flu burung, dan nipah.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menekankan pentingnya keseimbangan interaksi antara flora, fauna, lingkungan, dan manusia untuk mencapai kemaslahatan kehidupan. Buktinya, sebagian besar penyakit yang menginfeksi manusia datang dari hewan.

Enam dari sepuluh penyakit yang ada pada manusia datang dari hewan dengan tiga di antara empat penyakit merupakan kasus infeksi baru. Sejauh ini ada 2,5 miliar warga dunia yang pernah menderita penyakit infeksi akibat hewan dengan 2,5 juta di antaranya meninggal dunia.

Budi juga mengingatkan kepada seluruh pemerintah daerah untuk bekerja sama memerangi infeksi yang disebabkan oleh hewan. Dia meminta kepala daerah yang sukses untuk tak segan berbagi tips memerangi penyakit yang sama kepada pemerintah daerah lain.

img
Nadia Lutfiana Mawarni
Reporter
img
Fathor Rasi
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan