sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jelang demo, BEM SI sebut kondisi seluruh Indonesia memanas

BEM-SI mengeluarkan seruan aksi nasional menolak UU Cipta Kerja.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Senin, 19 Okt 2020 21:28 WIB
Jelang demo, BEM SI sebut kondisi seluruh Indonesia memanas
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 563.680
Dirawat 80.023
Meninggal 17.479
Sembuh 466.178

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menilai keadaan wilayah seluruh Indonesia kembali memanas pascadisahkannya Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) oleh DPR RI, Senin (5/10).

BEM SI menyayangkan keputusan pemerintah yang dinilai justru menantang masyarakat untuk melakukan judicial review terhadap UU Cipta Kerja.

"Padahal mereka (pemerintah) bisa melakukan tindakan untuk mencabut undang-undang tersebut," bunyi keterangan tertulis BEM-SI bertajuk Seruan Aksi Nasional, Senin (19/10).

Apalagi, sambung BEM SI, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya telah meminta Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mendukung UU Cipta Kerja.

"Hal tersebut memberikan kesan bahwa melakukan judicial review terhadap UU Cipta Kerja bukan merupakan cara yang efektif," bebernya.

Bentuk kekecewaan BEM SI lainnya adalah tindakan represif aparat kepolisian terhadap massa aksi penolak UU Cipta Kerja.

"Serta berbagai upaya penyadapan terhadap para aktivis dan akademisi yang menolak UU Cipta Kerja," ungkapnya.

Untuk itu, Aliansi BEM Seluruh Indonesia menyatakan akan kembali turun aksi untuk mendesak Presiden RI segera mencabut UU Cipta Kerja, Selasa (20/10) besok, pukul 13:00 WIB.

Sponsored

"Kami tetap menyampaikan #MosiTidakPercaya kepada pemerintah dan wakil rakyat yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat," pungkasnya.

View this post on Instagram

[ SERUAN AKSI NASIONAL ] Keadaan wilayah seluruh Indonesia kembali memanas pasca disahkannya UU Cipta Kerja pada Senin, 5 Oktober 2020. Meskipun terjadi penolakan dari berbagai elemen masyarakat di seluruh Indonesia, kami sangat menyayangkan keputusan pemerintah yang justru menantang masyarakat untuk melakukan judicial review terhadap UU Cipta Kerja padahal mereka bisa melakukan tindakan untuk mencabut undang-undang tersebut. Terlebih lagi sebelumnya Presiden telah meminta Mahkamah Konstitusi untuk mendukung UU Cipta Kerja serta revisi terhadap UU Mahkamah Konstitusi, hal tersebut memberikan kesan bahwa melakukan judicial review terhadap UU Cipta Kerja bukan merupakan cara yang efektif. Belum lagi berbagai tindakan represif dari aparat kepolisian pada massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja serta berbagai upaya penyadapan terhadap para aktivis dan akademisi yang menolak UU Cipta Kerja. Berdasarkan hal tersebut, Aliansi BEM Seluruh Indonesia menyatakan akan kembali turun aksi untuk mendesak Presiden RI segera mencabut UU Cipta Kerja, serta kami tetap menyampaikan #MosiTidakPercaya kepada pemerintah dan wakil rakyat yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Kami mengajak seluruh mahasiswa di Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk mengikuti Aksi Nasional yang diadakan pada: ???? : Selasa, 20 Oktober 2020 ???? : 13.00 WIB ???? : Gruduk Istana Rakyat #CabutOmnibusLaw #MosiTidakPercaya Panjang Umur Perjuangan! Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Perempuan Indonesia! Narahubung : Koordinator Media BEM SI Andi Khiyar (+6281340836531) Pict by @masagungwilis _______________ Tertanda, Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Remy Hastian

A post shared by Aliansi BEM Seluruh Indonesia (@bem_si) on

Geliat staycation pengusir penat

Geliat staycation pengusir penat

Jumat, 04 Des 2020 16:55 WIB
Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kamis, 03 Des 2020 16:21 WIB
Berita Lainnya