sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jelang pengumuman sidang PHPU, Polri tambah personel

Jumlah personel yang dikerahkan menjadi 47.000. Sebelumnya aparat kemanan di sekitar Gedung MK hanya berjumlah 13.000 personel.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 24 Jun 2019 14:27 WIB
Jelang pengumuman sidang PHPU, Polri tambah personel

TNI-Polri menambah jumlah personel pengamanan untuk berjaga di sekitar area Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Hal itu dilakukan menjelang hasil pengumuman sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengutarakan jumlah personel yang dikerahkan menjadi 47.000. Sebelumnya aparat kemanan di sekitar Gedung MK hanya berjumlah 13.000 personel.

"Dari TNI 17 ribu sekian yang dikerahkan, sedangkan Polri 28.000 personel," kata Dedi di Humas Polri, Senin (24/6).

Penambahan personel tersebut adalah bentuk jaminan dari aparat keamanan untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan jelang dan sampai pengumuman sidang MK. Dedi mengaku belum menerima informasi perizinan aksi di sekitar MK saat pengumuman.

"Belum ada informasi mengenai mobilisasi massa. Polri terus mengimbau agar tidak ada mobilisasi massa," ucap Dedi.

Penambahan personel ini pun ditampik Dedi lantaran adanya indikasi aksi rusuh kembali pada Jumat (28/6).

Sementara ruas Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat ditutup selama berlangsungnya rapat hakim Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sidang sengketa pemilihan presiden 2019 mulai Senin.

Jalan tersebut ditutup sepanjang dari area Patung Arjuna Wijaya hingga kawasan gedung Mahkamah Konstitusi.

Sponsored

Pengamanan ruas jalan tersebut dibagi dalam dua wilayah yakni gedung Indosat hingga Kementerian Pertahanan, dan dari Museum Nasional hingga batas Gedung MK. 

Kendaraan yang diperbolehkan melintas hanya dapat menuju gedung Indosat, gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, dan Kementerian Pertahanan.

Kegiatan unjuk rasa tidak dapat dilakukan di depan gedung MK, namun dilakukan di sekitar patung Arjuna Wijaya.

Pengunjuk rasa dari Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat dan Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia, berbaju kuning dan membawa atribut ondel-ondel melakukan unjuk rasa meminta keadilan hakim MK di sekitar patung Arjuna Wijaya. 

Penutupan ruas jalan Medan Merdeka Barat juga berdampak pada lintas bus TransJakarta koridor 1, rute 6A, rute 6B, koridor 5A, koridor 9B, rute DA4, koridor 1P, rute GR1 dan dan Rute 1A.

Bus TransJakarta menuju jalan Medan Merdeka Selatan untuk sementara dialihkan menuju Jalan Medan Merdeka Selatan.

Rapat permusyawaratan hakim MK terkait sidang sengketa pilpres 2019 berlangsung pada 25-27 Juni, kemudian MK akan membacakan putusan sengketa pilpres pada 28 Juni. (Ant)
 

Berita Lainnya