sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kabareskrim Polri bantah pernah diperiksa soal Ismail Bolong

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menantang Ferdy Sambo mengeluarkan BAP dirinya.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Selasa, 29 Nov 2022 15:15 WIB
Kabareskrim Polri bantah pernah diperiksa soal Ismail Bolong

Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Agus Andrianto, membantah pemeriksaan terhadap dirinya terkait tambang ilegal di Kalimantan Timur atau kasus Ismail Bolong. Tudingan itu sempat dilontarkan oleh Ferdy Sambo.

“Seingat saya gak pernah ya. Saya belum lupa ingatan,” kata Agus saat dikonfirmasi, Selasa (29/11).

Agus mengaku dirinya enggan mengomentari perkara ini. Sebab, dirinya tidak merasa ada urusan dalam kasus tersebut.

Maka dari itu, ia meminta Sambo untuk menunjukkan bukti pemeriksaan terhadap dirinya. Bukti pemeriksaan tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Keluarin Berita Acaranya,” ujar Agus.

Sebelumnya, Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo membantah telah melepas Ismail Bolong atas perkara tambang ilegal di Kalimantan Timur. Hal itu disampaikan saat skorsing persidangan pembunuhan berencana Brigadir Yosua atau Brigadir J, atas terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11).

Sambo mengatakan, saat itu pihak Propam Polri telah membuat laporan atas kasus tersebut. Setelah laporan dibuat oleh Propam, maka instansi lainnya yang bertugas untuk melakukan penyelidikan.

“Laporan resmikan sudah saya buat, intinya kan seperti itu. jadi bukan tidak tindak lanjuti,” kata Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11).

Sponsored

Sambo menyebut, Ismail juga sempat diperiksa saat itu. Bahkan, Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto turut diminta juga keterangannya.

“Iya sempet (Ismail dan Kabareskrim diperiksa),” ujarnya.

Terkait hal ini, Bareskrim Polri masih berencana untuk menetapkan status buron kepada Ismail Bolong atas pemanggilan yang tak kunjung diindahkan oleh mantan anggota Polres Samarinda itu. Pemanggilan ini tidak lepas dari perkara tambang ilegal di Kalimantan Timur.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengatakan, hingga saat ini pun penyidik masih menunggu kedatangan Ismail yang seharusnya menjalani pemeriksaan. Apabila, dirinya tidak lagi kooperatif maka akan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau dinyatakan buron.

“Ya nanti kita liat kalau misalnya ngga kooperatif samsek kita lengkapi pembuktian nanti kita dpo-kan,” kata Pipit saat dikonfirmasi, Selasa (29/11).

Pipit menyebut, Ismail sendiri juga belum mengonfirmasi kehadirannya dalam pemeriksaan hari ini. Namun, penyidik akan menunggu selama satu hari ini.

“Ya kan hari ini kan namanya hari ini bisa sampe malam ya kan. Kita tunggu siapa tau dia konfirmasi mau datang ya,” ujar Pipit.

Pipit menyampaikan, penyidik tidak akan melakukan jemput paksa terhadap Ismail Bolong. Sebab, semenjak isu ini merebak, pihaknya tidak mengetahui keberadaan Ismail.

Namun, pencarian akan dilakukan terhadap Ismail. Warga setempat sudah ditanyakan soal keberadaan Ismail.

“Iya kan sejak viral video itu beliau tidak diketahui keberadaannya,” ucapnya.

Berita Lainnya
×
tekid