sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kapolri: Tembak mati anggota MIT jika melawan petugas!

Kapolri memastikan menemukan tempat persembunyian kelompok MIT.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 30 Nov 2020 21:00 WIB
Kapolri: Tembak mati anggota MIT jika melawan petugas!
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan anggotanya yang tengah mengejar kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora untuk bertindak tegas apabila dalam penangkapan ada perlawanan. Anggota di lapangan pun diperintahkan tidak kalah dengan kelompok teror itu.

"Saya sudah bilang ke anggota, tindak tegas mereka. Jika ketemu lalu mereka melawan, tembak mati saja," tegas Idham dalam keterangannya, Senin (30/11).

Sebagaimana diberitakan, Satgas Tinombala telah dikerahkan untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok MIT yang memenggal kepala satu keluarga di Sigi.

Menurut Idham, Satgas Tinombala dipastikan akan menemukan tempat yang menjadi persembunyian kelompok tersebut. Diketahui, kelompok itu selalu bersembunyi di gunung dan hutan.

Sponsored

"Kami akan cari sejumlah tempat yang selama ini jadi persembunyian kelompok Ali Kalora," tuturnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengatasi serangan teror tersebut. Jokowi meminta Kapolri mengusut tuntas pelaku teror hingga ke akarnya.

Dia juga memerintahkan Panglima TNI agar mengerahkan pasukannya menjaga kawasan yang menjadi sasaran teror. "Saya sudah memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk mengusut tuntas jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akarnya," kata Jokowi dalam keterangannya, Senin (30/11).
 
Jokowi mengutuk keras aksi biadab yang telah menciptakan provokasi dan teror di tengah masyarakat dengan tujuan merusak persatuan dan kerukunan di tengah warga bangsa. Aparat kepolisian pun diharapkan segera menangkap para pelaku.

Berita Lainnya