sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wiku: Lonjakan kasus global jadi acuan penanganan kasus harian di Indonesia

Tren perkembangan kasus global layak untuk diperhatikan sebagai acuan penangan Covid-19 di Indonesia.

Nafis Arsaputra
Nafis Arsaputra Jumat, 23 Apr 2021 08:20 WIB
Wiku: Lonjakan kasus global jadi acuan penanganan kasus harian di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, tren lonjakan kasus di tingkat dunia menjadi acuan penanganan pandemi di dalam negeri. Secara global, kasus per 22 April 2021 tercatat penambahan kasus baru di sebesar 880.000.

Penambahan kasus global ini secara besar di sumbang oleh tiga negara, yakni Brasil, India, dan Turki sebesar 450.000 kasus atau lebih dari 50% kasus. Indonesia sebagai negara yang penduduknya hampir sama dengan Brasil, kata Wiku, melalui pemerintah serta peran masyarakat berupaya membantu menekan angka serta melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

"Perkembangan kasus positif di tingkat global serta tiga negara ini dapat menjadi pembelajaran yang sangat keras, dan tidak hanya di satu sektor saja. Pemerintah bahu membahu dalam menjaga kualitas penanganan Covid. Terutama pada gejala sedang dan berat dan kesadaran masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan," imbuh Wiku pada konferensi pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia Kamis (22/3).

Tren perkembangan kasus global layak untuk diperhatikan sebagai acuan penangan Covid-19 di Indonesia. Sebagai negara dengan penduduk terbanyak, Indonesia sendiri masih terjadi lonjakan 4.000-5.000 kasus harian baru.

Sponsored

"Untuk itu, jika Indonesia tidak berhati-hati dalam menjaga kedisiplinan protokol kesehatan tidak menutup kemungkinan, kita mengalami lonjakan kasus yang signifikan dan tentu bisa berujung fatal," ujar Wiku.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk bijak dalam menjalankan libur panjang Idulfitri 1441H. Layaknya budaya masyarakat yang sudah melekat, libur panjang selalu di rayakan berpergian ke tempat salah satunya pusat perbelanjaan dan tempat wisata.

"Hal itu sudah menjadi budaya kita. Namun, perlu kita sama-sama ingat, bahwa di tengah kondisi global yang mengalami perkembangan kurang baik. Dengan bersabar sedikit lagi untuk menahan berpergian agar tidak melakukan kesalahan yang sama dengan negara lain di periode libur panjang yang datang," kata Wiku

Berita Lainnya