sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kasus guru ajak siswi threesome, DPR minta Nadiem Makarim bertindak

Seorang guru perempuan di Bali mengajak siswinya untuk berhubungan badan bertiga (threesome) dengan pacar lelakinya.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Jumat, 08 Nov 2019 22:32 WIB
Kasus guru ajak siswi threesome, DPR minta Nadiem Makarim bertindak

Anggota DPR Komisi X Bidang Pendidikan Andreas H Pareira mengecam kasus asusila yang melibatkan seorang guru perempuan bernama Ni Made Sri Novi Darmaningsih (29) di Buleleng, Bali.

Sri Novi diduga mengajak siswinya melakukan threesome atau berhubungan intim bertiga dengan pacarnya, AA Putu Wartayasa (36).

"Peristiwa ini merupakan peristiwa amoral yang tidak biasa. Apalagi ini (dilakukan) oleh seorang guru yang seharusnya mendidik, melindungi muridnya," kata Andreas saat dihubungi Alinea.id di Jakarta, Jumat (8/11).

Menurut Andreas, kejadian ini dan juga seringnya terjadi peristiwa-peristiwa asusila yang dilakukan guru terhadap murid mengindikasikan adanya ketidakberesan dalam rekrutmen tenaga pendidik.

Dia juga mengatakan agar kejadian ini menjadikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bisa melakukan evaluasi. Khususnya, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) untuk memperhatikan dan memperbaiki sistem rekrutmen guru.

Menurut dia, mengingat intensitas pertemuan guru dan murid yang relatif tinggi, agar kejadian-kejadian penyimpangan, kekerasan seksual oleh guru terhadap murid bisa dihindari.

"Agar aspek-aspek kejiwaan dan mentalitas seksual juga menjadi bagian yang perlu dites," jelas politikus PDI Perjuangan ini.

Terobsesi video porno

Sponsored

Peristiwa yang menimpa korban itu terjadi pada Sabtu (26/10) pukul 14.30 WITA di kos-kosan di Jl Sahadewa, Singaraja.

Saat itu, korban diminta untuk melihat Novi dan Putu berhubungan intim, kemudian korban yang duduk di tepi kasur milik gurunya itu pun mulai diraba-raba hingga akhirnya terjadi persetubuhan oleh Putu.

Perbuatan bejat guru Bahasa Indonesia itu pun terkuak usai kabar itu ramai dibahas di sekolah. Hingga akhirnya, orang tua korban melaporkannya ke polisi. 

"Peristiwa tanggal 26 Oktober, kabar di sekolah tanggal 6 Oktober. Di sekolah heboh dari mulut ke mulut sampai orang tuanya denger lapor. Saat diamankan keduanya terus mengaku, enggak mempersulit," kata Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya kepada wartawan, Kamis (7/11).

Menurut pengakuan Sri Novi, ia mengajak siswinya threesome demi memenuhi obsesi sang pacar, Putu. Novi dan Putu sudah berpacaran selama 1,5 tahun. Keduanya mengaku terobsesi video porno untuk melakukan adegan seks threesome.

"Terobsesi video mungkin," kata Putu kepada wartawan di Polres Buleleng.

Sementara Sri Novi mengatakan, pacarnya memang ingin hal baru dalam berhubungan intim. Novi menjelaskan, dirinya dan Putu sempat cekcok perihal fantasi pacarnya.

"Kalau dari pacar memang dia yang menginginkan, karena dia ingin mencoba hal baru. Padahal sebelumnya kami pernah cekcok masalah video itu," kata Novi.

Sumarjaya mengatakan, dalam melaksanakan aksinya, Novi dan Putu menjanjikan pulsa dan baju baru untuk siswinya.

"Korban dijanjiin beli baju sama pulsa. Awalnya kan diajak ke rumah gurunya untuk dibeliin baju akhirnya mau, karena yang ngajak gurunya kan nurut," kata Sumarjaya.