sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

KKB masuki area PT Freeport, pendulang emas diminta tinggalkan lokasi

Diimbau kepada warga pendulang emas tradisional untuk segera meninggalkan lokasi pendulangan.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Jumat, 29 Nov 2019 10:02 WIB
KKB masuki area PT Freeport, pendulang emas diminta tinggalkan lokasi

Komandan Kodim 1710 Mimika, Letkol Inf Pio L Nainggolan, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sudah memasuki area PT Freeport Indonesia di Papua. Karena itu, ia mengimbau kepada warga pendulang emas tradisional di Kali Kabur area PT Freeport untuk segera meninggalkan lokasi pendulangan.

“Sudah kesekian kalinya kami mengimbau warga pendulang yang ada di area PT Freeport Indonesia agar segera ke luar dari lokasi-lokasi pendulangan. Ini demi keamanan dan kenyamanan mereka sendiri. Sebab tidak dibantah lagi sekarang ini kelompok separatis itu sudah membaur dengan para pendulang di area PT Freeport Indonesia,” kata Letkol Nainggolan di Timika, Jumat (29/11).

Sesuai laporan yang ia terima, diperkirakan jumlah pendulang tradisional yang mengais butiran emas dari pasir sisa tambang (sirsat) atau tailing PT Freeport Indonesia mencapai sekitar 16 ribu orang. Mereka mengais-ngais tailing yang dialirkan melalui Kali Kabur menuju dataran rendah Mimika.

“Laporan yang kami terima dari organisasi pendulang, ada sekitar 16 ribu orang yang sekarang berprofesi sebagai pendulang mulai dari kawasan dataran tinggi sampai ke kawasan dataran rendah Mimika,” ujarnya.

Kodim 1710 Mimika bersama aparat kepolisian setempat telah berkoordinasi dengan organisasi pendulang dan paguyuban-paguyuban di Timika agar ikut mengingatkan warga mereka segera meninggalkan lokasi pendulangan secepat mungkin.

Namun, hingga kini kawasan Kali Kabur, terutama di wilayah dataran rendah Mimika, masih banyak dipenuhi oleh para pendulang. Mereka memang menggantungkan nasib keluarganya dari usaha mengais butiran emas tersebut.

Dandim tidak sependapat dengan para pendulang untuk membatasi waktu kegiatan pendulangan, yaitu dari pagi hingga petang hari, sementara pada malam hari mereka turun kembali ke Timika.

"Saya kira itu bukan solusi yang baik. Solusi terbaik, segera tinggalkan lokasi pendulangan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak kita kehendaki bersama. Semua harus belajar dari kasus-kasus yang terjadi di pedalaman, seperti di Ilaga, Nduga dan lain-lain dimana warga sipil menjadi korban kekerasan kelompok separatis ini," ujar Letkol Nainggolan.

Sponsored

Secara umum situasi kamtibmas di Mimika, kata Dandim, masih kondusif di mana aktivitas warga dan roda perekonomian maupun pemerintahan berjalan normal.

Aparat gabungan TNI-Polri kini melipatgandakan personel pengamanan di wilayah Timika terutama di area pertambangan PT Freeport Indonesia guna mengantisipasi adanya aksi teror penembakan dan penyerangan oleh KKB bertepatan dengan peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka pada 1 Desember 2019 nanti. (Ant)