sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Komandan KKB ditembak mati, transaksi senpi di Intan Jaya gagal

Aparat keamanan menggerebek KKB Intan Jaya saat hendak melakukan transaksi senpi.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 23 Jan 2020 10:15 WIB
Komandan KKB ditembak mati, transaksi senpi di Intan Jaya gagal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 557.877
Dirawat 77.969
Meninggal 17.355
Sembuh 462.553

Aparat gabungan dari TNI dan Polri menggerebek transaksi senjata api atau senpi yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Intan Jaya. Pada penggerebekan tersebut, seorang anggota KKB berinisial NM tewas setelah ditembak karena mencoba melarikan diri.

“Satu orang yang hendak melarikan diri ke arah semak-semak berhasil dilumpuhkan oleh tim gabungan dengan luka tembak di bagian pinggang. Dari kejadian tersebut pelaku NM meninggal dunia,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, lewat keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (23/1).

Selain senjata api dan amunisinya, Kamal membeberkan, NM merupakan penyuplai bahan makanan untuk KKB di Intan Jaya. Ia juga merupakan salah satu yang memiliki jabatan strategis di KKB Intan Jaya.

“NM merupakan anggota KKB dengan jabatan sebagai komandan operasi umum di Wilayah Meepago Kodap 29. Karena jabatannya di KKB tersebut, maka NM memiliki peran yang strategis sebagai pengendali kegiatan KKB di wilayah Intan Jaya,” tuturnya.

Kamal menerangkan, penggerebekan transaksi senpi bermula ketika tim gabungan TNI dan Polri tiba di Pantai Nusi pukul 06.00 WIT pada Rabu (22/1). Tim sebelumnya telah mengetahui akan ada transaksi jual beli senjata api.

Kemudian, sekitar pukul 08.50 WIT dua orang terlihat menggunakan mobil ke arah lokasi. Setelah mobil diikuti, akhirnya tim gabungan menghadang mobil tersebut dan melepaskan tembakan peringatan ke atas.

“Namun pelaku tidak menghiraukannya. Setelah itu, tim melihat dua orang pelaku lainnya berhasil melarikan diri ke arah bukit, sedangkan satu orang lainnya berhasil dilumpuhkan,” ucap Kamal.

Dalam penyergapan itu, tim gabungan menyita barang bukti berupa satu senjata laras panjang rakitan, dua butir amunisi 5.56 mm, satu unit telepon genggam, kartu identitas, dua buku tabungan, uang Rp500 ribu dan satu buku catatan.

Sponsored

Menurut Kamal, jenazah NM (35) langsung dibawa ke RSUD Nabire. Sementara itu, tim terus mengejar dua pelaku lain yang melarikan diri ke arah bukit.

Berita Lainnya