close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi pagi. Foto Pixabay
icon caption
Ilustrasi pagi. Foto Pixabay
Nasional
Selasa, 28 Februari 2023 14:41

Komisi X DPR pertanyakan kebijakan siswa sekolah mulai 5 pagi di NTT

Kepala Ombudsman NTT Darius Beda Daton Darius mempertanyakan alasan Pemprov NTT mengalihkan jam masuk sekola menjadi 05.00 WITA.
swipe

Anggota Komisi X DPR Andreas Hugo Pareira mengkritisi kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur soal kebijakan aktivitas sekolah mulai jam 05.00 WITA bagi SMA dan SMK di Kupang. Dia menilai tak ada alasan cukup kuat dengan kebijakan tersebut untuk menghasilkan sekolah dan siswa yang unggul.

"Tidak cukup kuat dan jelas alasan untuk mengubah awal jam belajar siswa SMA/SMK menjadi jam 5 sore. Jangan jadikan siswa-siswi kita menjadi 'kelinci percobaan'," ujar Andreas saat dihubungi Alinea.id, Selasa (28/2).

Oleh sebab itu, politikus PDI Perjuangan (PDIP) asal NTT ini pun meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut.

"Sebaiknya Dinas Pendidikan Provinsi mengkaji ulang kebijakan ini," katanya.

Senada, Kepala Ombudsman NTT Darius Beda Daton Darius mempertanyakan alasan Pemprov NTT mengalihkan jam masuk sekolah dari mulai 07.15 WITA menjadi 05.00 WITA.

"Tentunya ada urgensinya kenapa sehingga membuat kebijakan itu dari semula jam 07.15 WITA menjadi jam 05.00 WITA. Urgensi itu perlu dijelaskan oleh pemerintah provinsi," ujarnya kepada wartawan di Kupang, Selasa.

Darius juga mengatakan bahwa kebijakan tersebut tentunya sangat berdampak luas, karena harus ada korelasi lagi dengan bagaimana aparat keamanan pagi-pagi di jalan.

Dia pun mengatakan kebijakan itu akan mulai diujicobakan pada 10 sekolah tersebut terdiri dari lima SMA yakni SMA 1, SMA 2, SMA 3, SMA 5 dan SMA 6, sedangkan empat SMK terdiri dari SMK 1, SMK 2, SMK 3 dan SMK 4 yang ada di Kota Kupang.

Oleh sebab itu, kata Darius, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi untuk mengkaji kembali kebijakan penerapan aktivitas sekolah mulai jam 05.00 WITA bagi SMA dan SMK di Kupang.

"Setelah saya mendapatkan potongan video berisi soal kebijakan tersebut yang disampaikan oleh Pak Gubernur, saya meminta agar kebijakan itu mohon didiskusikan kembali dengan komite sekolah dan para orang tua," ungkap Darius.

Dalam video yang beredar di media sosial, Gubernur NTT Viktor Laiskodat menginginkan aktivitas sekolah khusus bagi SMA dan SMK dimulai pukul 05.00 WITA untuk meningkatkan etos kerja anak-anak SMA dan SMK.

Menurut politikus Partai NasDem itu,dengan sekolah mulai pukul 05.00 WITA NTT bisa menciptakan para pelajar dan sekolah yang unggul. 

Bahkan, Laiskodat menginginkan satu atau dua sekolah dari daerah ini harus masuk 200 sekolah unggul nasional.

img
Marselinus Gual
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan