sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Komnas Perempuan akan tetap usut kasus kekerasan seksual istri Ferdy Sambo

Permintaan keterangan akan dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi Putri Candrawathi sebagai terduga korban kekerasan seksusal.

Gempita Surya
Gempita Surya Selasa, 16 Agst 2022 10:51 WIB
Komnas Perempuan akan tetap usut kasus kekerasan seksual istri Ferdy Sambo

Komnas Perempuan akan tetap mendalami kasus dugaan kekerasan seksual kepada Putri Candrawathi atau istri bekas Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo. Padahal, Polri telah menyetop penanganan atas laporan dugaan pelecehaan seksual oleh Brigadir J tersebut.

Komisioner Komnas Perempuan, Theresia Iswarini, menyatakan, pihaknya kini tengah mendalami rujukan penghentian laporan tersebut. Komnas Perempuan juga tetap mengajukan permintaan keterangan terhadap Putri Candrawathi sekalipun laporan dugaan pelecehan seksual telah dihentikan kepolisian.

"Kami berpendapat, bahwa dugaan peristiwa kekerasan seksual terhadap ibu P masih perlu diperdalam, termasuk informasi kemungkinan peristiwa di Magelang," katanya, dikutip Selasa (16/8).

Theresia menyampaikan, permintaan keterangan akan dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan Putri sebagai terduga korban kekerasan seksual. Hal tersebut dilakukan dengan merujuk Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). "Sehingga, dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan dan saat bersamaan tidak mencederai pihak yang diperiksa, dalam hal ini terduga korban kekerasan seksual."

Lebih lanjut, kata Theresia, pihaknya meminta publik tak berspekulasi terhadap kondisi Putri. Seluruh pihak diimbau bersabar menunggu hasil pemeriksaan kepolisian dan tim gabungan Komnas HAM-Komnas Perempuan.

"Termasuk dengan tidak berspekulasi atau mengeluarkan tuduhan-tuduhan yang dapat menyebabkan Ibu P bungkam atau dapat menghalangi upaya pengungkapan peristiwa," terangnya.

Theresia menambahkan, Komnas Perempuan juga turut mendorong penanganan pemulihan Putri dilakukan tim yang komprehensif, yang terdiri dari psikiater, psikolog klinis, dan tenaga kesehatan.

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sebelumnya menyarankan kepolisian memeriksa Putri Candrawathi. Pemeriksaan itu terkait dugaan trauma psikologis yang dialami atas kasus dugaan pelecehan.

Sponsored

Wakil Ketua LPSK, Susilaningtyas, mengatakan, saran tersebut disampaikan lantaran pihaknya tak menemukan kondisi trauma psikologis yang dialami Putri terkait dugaan pelecehan. Bahkan, terindikasi hanya upaya menghalang-halangi upaya penyelidikan (obstruction of justice).

"Irwasum periksa dugaan ketidakprofesionalan ataupun obstruction of justice terkait dugaan perbuatan memaksa seseorang atau ancaman kekerasan seksual agar hal serupa tidak terjadi," kata Susi dalam konferensi pers di LPSK, Senin (15/8).

Selain itu, LPSK juga melihat, gangguan kondisi kejiwaan Putri yang tak ditemukan adanya risiko berbahaya sebagaimana ancaman selaku korban pelaku kekerasan seksual yang sudah tewas. LPSK justru mendapati potensi risiko keberbahayaan terhadap diri sendiri yang ditandai dengan kondisi psikologis menjadi gangguan stres pascatrauma (PTSD) disertai kecemasan dan depresi.

Kemudian, LPSK juga mengidentifikasi jika Putri memiliki masalah psikologis yang belum dapat dikatakan sebagai terduga korban kekerasan seksual dan terduga saksi percobaan pembunuhan. "Kondisi pemohon tidak cerminkan gangguan kondisi kejiwaannya. LPSK berpendapat, tidak ada ancaman terhadap pemohon dalam kasus yang dilaporkannya (dugaan pelecehan, red)," kata Susi.

Atas kondisi tersebut, LPSK menyarankan Pusdokkes Polri memberikan rehabilitasi medis (psikiatri) kepada Putri agar situasi mentalnya pulih dan dapat memberi keterangan dalam proses hukum terkait pembunuhan Brigadir J yang tengah disidik Bareskrim.

Berita Lainnya
×
tekid