logo alinea.id logo alinea.id

KPK periksa mantan Dirut Tamitana jadi saksi Irwandi Yusuf

Teuku Saiful Bahri telah berstatus tersangka dalam kasus suap DOK Aceh tahun anggaran 2018.

Rakhmad Hidayatulloh Permana
Rakhmad Hidayatulloh Permana Selasa, 25 Sep 2018 12:33 WIB
KPK periksa mantan Dirut Tamitana jadi saksi Irwandi Yusuf

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Direktur Utama PT Tamitana, Teuku Saiful Bahri, terkait kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018. Saiful akan diperiksa sebagai saksi untuk Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IY (Irwandi Yusuf)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (25/9). 

Irwandi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ia diduga kuat menerima uang sebesar Rp500 juta dari Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Uang tersebut merupakan bagian dari commitment fee Rp1,5 milliar atau 10% dari anggaran senilai Rp8,03 triliun, untuk mendapatkan proyek infrastruktur yang memakai alokasi DOKA. 

KPK menduga sekitar 8% dari uang suap, dibagikan kepada sejumlah pejabat di provinsi. Sisanya, sekitar 2% untuk pejabat tingkat Kabupaten. KPK juga mensinyalir uang Rp500 juta itu digunakan untuk membiayai acara Aceh Marathon 2018.

Sponsored

Selain Irwandi Yusuf, KPK juga telah menetapkan tiga tersangka lainnya dalam kasus ini. Yakni, Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi (AMD), Hendri Yuzal (HY) yang merupakan staf khusus Irwandi Yusuf, dan Teuku Saiful Bahri dari pihak swasta.

Sebagai pihak yang diduga memberi suap, Ahmadi disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) Huruf a atau Huruf b, atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sebagai pihak yang diduga menerima suap, Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal, dan Teuku Saiful Bahri, disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf a atau Pasal 12 Huruf b, atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999, yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.