sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

LPSK kirim tim untuk lindungi saksi dan korban terorisme Sigi

Tim rencananya diberangkatkan Senin (30/11), untuk melakukan penelaahan terhadap kondisi dan kebutuhan korban.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Minggu, 29 Nov 2020 19:36 WIB
LPSK kirim tim untuk lindungi saksi dan korban terorisme Sigi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) membentuk tim untuk melindungi dan memberikan hak-hak saksi dan korban terorisme di Dusun Tokeleme, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi tengah (Sulteng).

"Tim akan mengidentifikasi guna proses pemenuhan hak korban atau keluarga korban," ujar Wakil Ketua LPSK, Achmadi, dalam keterangannya, Minggu (29/11).

Bantuan yang diberikan tim LPSK berupa bantuan medis juga akan mendalami keterangan saksi dan korban guna kepentingan perlindungan dalam proses peradilan. Tim rencananya diberangkatkan Senin (30/11), untuk melakukan penelaahan terhadap kondisi dan kebutuhan korban.

"Jika kebutuhan bantuan medis mendesak, LPSK bisa menerbitkan guarantee letter sebagai jaminan atas biaya penanganan medis bagi korban tindak pidana terorisme tersebut," terang Achmadi.

Dalam membantu tugas tim, LPSK terus berkoordinasi dengan Polda Sulteng untuk proses perlindungan saksi dan korban, seperti bantuan medis, rehabilitasi psikologis, dan santunan.

"Kami terus menjalin komunikasi, koordinasi dengan Polda Sulteng dan pihak terkait untuk kepentingan perlindungan dan proses layanan bantuan korban, seperti bantuan medis, rehabilitasi psikologis, psikososial, santunan bagi keluarga korban meninggal dunia, serta melakukan penilaian guna pemberian kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Achmadi.

Kelompok Ali Kalora dikabarkan membakar sebuah rumah dan membunuh satu keluarga di Desa Lemban Tongoa, Jumat (27/11). Imbasnya, sekitar 40 kepala keluarga (KK) telah mengungsi karena ketakutan.

Berdasarkan keterangan saksi warga setempat, para pelaku, yang berjumlah 10 orang dan membawa senjata api, melakukan aksi dengan membakar tujuh rumah dan membunuh empat orang. Empat jenazah korban ditemukan dalam kondisi tewas dipenggal, dipotong, dan dibakar.

Sponsored

Personel tambahan telah dikerahkan untuk melakukan peningkatan pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Sekitar 100 orang aparat gabungan dari Satgas Tinombala, Brimob Polda Sulteng, dan TNI kini melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Berita Lainnya