sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Operasi Ketupat 2021 kemungkinan diperpanjang

Arus balik diprediksi sampai 24 Mei 2021, penyekatan arus balik tunggu koordinasi.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 12 Mei 2021 18:48 WIB
Operasi Ketupat 2021 kemungkinan diperpanjang

Operasi Ketupat 2021 berkemungkinan diperpanjang karena arus balik diprediksi akan berlangsung hingga satu pekan setelah 17 Mei 2021. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan, arus balik diprediksi akan terjadi pada periode 16 Mei hingga 24 Mei 2021.

Pada periode arus balik itu, aparat gabungan berharap kepulangan para pemudik tidak berbarengan karena semakin memungkinkan terjadinya kerumunan yang berdampak pada penyebaran Covid-19.

"Operasi Ketupat memang akan berlangsung sampai tanggal 17, setelah tanggal 17 sampai 24 itu diperpanjang atau menggunakan operasi keamanan yang ditingkatkan, masih dipertimbangkan," kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (12/5).

Sambodo menuturkan, penyekatan titik arus balik pun masih menunggu koordinasi dengan pihak Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan titik penyekatan.

"Kalau sampai tanggal 17 masih akan kami lakukan penyekatan keluar karena diprediksi ada juga yang mudik setelah salat Id di Jakarta. Setelah itu untuk arus balik, kami masih menunggu pihak pusat," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkap adanya lonjakan pemudik hingga jutaan keluar dari Jakarta. Untuk itu, pihaknya bersama TNI akan mengantisipasi lonjakan arus balik para pemudik.

Pergerakan pemudik di stasiun, teriminal, bandar udara, dan pelabuhan pun akan diawasi secara ketat. Fadil menambahkan, masyarakat yang kembali ke Jakarta wajib menjalani swab test antigen.

"Kami strategi swab berlapis mulai dari titik start. Wilayah yang menjadi titik start banyaknya pemudik seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur agar para pemudik yang kembali harus memiliki surat swab antigen atau PCR," tuturnya.

Sponsored

Ditambahkan Fadil, petugas gabungan tetap menyediakan antigen gratis di posko penyekatan dan posko check point. Apabila ada masyarakat dinyatakan reaktif, maka tidak diperbolehkan masuk ke Jakarta. "Nanti di situ juga akan kita siapkan swab antigen," ujarnya.

Berita Lainnya