sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pengajian kampus Universitas Jember terindikasi paham radikal

BNPT meminta pihak kampus mempersempit ruang gerak radikalisme.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Kamis, 25 Jul 2019 09:13 WIB
Pengajian kampus Universitas Jember terindikasi paham radikal

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan Universitas Jember disusupi gerakan radikal lewat pengajian yang digelar di kampus. Para kelompok radikal ini ditengarai berkembang di sejumlah masjid kampus.

Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol Hamli, mengatakan kegiatan pengajian di kampus kerap menjadi pintu masuk paham radikalisme kepada mahasiswa. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada pihak kampus untuk mempersempit ruang gerak kelompok radikal tersebut.

“Kami mengimbau para pemangku kepentingan di kampus Unej untuk mempersempit ruang gerak kelompok radikal terorisme yang ingin menyalahgunakan kampus dan sekitarnya,” kata Brigjen Hamli di Kampus Unej, Jember, Jawa Timur pada Rabu (24/7).

Menurut Hamli, segala celah yang dapat dimanfaatkan kelompok radikal untuk melancarkan kegiatan penyebaran ideologi terorisme dan menjalankan aksi jahatnya harus ditutup oleh civitas akademika. Caranya, menempatkan bibit radikal terorisme dalam berbagai bentuk sebagai musuh bersama. Juga melakukan upaya deteksi dini. 

“Bahkan secara aktif turut serta mengambil bagian dalam upaya pencegahan,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut dia, perlu peningkatan kewaspadaan dengan mengorganisir seluruh kekuatan civitas akademika Unej. Dengan demikian, bisa lebih efektif dan efisien dalam menangkal ideologi radikal dan mempersempit ruang geraknya di tempat ibadah, khususnya di kampus dan sekitarnya agar steril dari pengaruh radikal terorisme.

"Ini harus dilakukan, upaya menggalang kebersamaan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka menghadang laju pergerakan ideologi radikal dan penetrasi kelompok terorisme, " ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Jember, Moh Hasan mengatakan pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap paham radikalisme di Kampus Tegalboto Unej tersebut. Selain itu, pihaknya juga melakukan pendekatan terhadap dosen atau karyawan yang terindikasi terpapar paham radikalisme.

Sponsored

"Kami sudah melakukan pemetaan terkait kondisi mahasiswa di Universitas Jember dan hasil temuannya dijadikan bahan dalam merumuskan materi pencegahan paham radikalisme yang masuk dalam mata kuliah umum," ucap Hasan.

Selain itu, lanjut dia, Universitas Jember melalui masing-masing fakultas juga telah memberlakukan pembatasan kegiatan kemahasiswaan hingga pukul 22.00 WIB, agar memudahkan pengawasan. Selain itu, mahasiswa juga dilarang melakukan kegiatan yang mengarah pada radikalisme. (Ant)