sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PAN: Uji klinis dulu sebelum produksi kalung antivirus corona

Perlu kehati-hatian dari Kementan sebelum memproduksi kalung tersebut agar program tidak mubazir.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Minggu, 05 Jul 2020 16:17 WIB
PAN: Uji klinis dulu sebelum produksi kalung antivirus corona
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi menyoroti rencana produksi massal kalung antivirus corona yang disiapkan Kementerian Pertanian (Kementan).

Dikatakan Viva, perlu kehati-hatian dari Kementan sebelum memproduksi kalung tersebut agar program tidak mubazir. Menurutnya, perlu ada uji klinis di lapangan (ex vitro) terlebih dahulu terhadap pasien yang sedang terserang penyakit Covid-19.

"Karena pengujian secara in vitro memang efektif untuk gammacoronavirus dan betacoronavirus. Virus itu makhluk yang cerdas karena dapat membuat serotype baru, sehingga kita harus menguasai betul ilmu tentang virus (virologi) sebelum memproduksi obat virus secara massal," kata Viva lewat pesan tertulis, Minggu (5/7).

Bagi Viva, jika benar setelah melalui uji klinis dan secara keilmuan dapat dipertanggungjawabkan lalu pemerintah memproduksi kalung secara massal, pihaknya akan mendukung. Namun demikian, bahan baku produk tersebut harus dari dalam negeri sendiri, tidak impor.

Pasalnya, berdasarkan dari data produksi minyak kayu putih nasional, menurut Viva, Indonesia ternyata belum dapat berswasembada. Produksi nasional hanya sekitar 10%, selebihnya adalah impor. 

"Yang diimpor adalah minyak Eucalyptus yang memiliki kandungan sama dengan kayu putih (cajuput oil), yaitu euchaliptol 1,8%. Setiap tahun kita impor sekitar Rp1 triliun," kata mantan Wakil Ketua Komisi IV DPR ini.

Jadi, kata Viva, selama ini produsen untuk membuat obat-obatan dan farmasi berbahan kayu putih masih bergantung pada impor. Biasanya dari China dan India.

Sebelumnya, Kementan mengumumkan telah mengembangkan kalung yang diklaim sebagai antivirus corona. Produk ini berasal dari bahan atsiri (Eucalyptus) atau bahan untuk membuah minyak kayu putih.

Sponsored

"Pemerintah melalui kementerian dan lembaga terus mencoba mencari cara dan menemukan obat untuk mencegah serta menangani virus corona (Covid-19) yang masih mewabah di Indonesia,” kata Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry lewat keterangan tertulisnya.

Fadjry menjelaskan, kendagi kalung ini bukan merupakan obat oral maupun vaksin, akan tetapi dapat berpotensi mengikat protein Mpro, sehingga menghambat replikasi virus.

Berita Lainnya