close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Tim Puslabfor Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah kios tempat perisitiwa pembunuhan satu keluarga, di kawasan Jatirahayu, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11/2018). Puslabfor Mabes Polri memeriksa sejumlah ruangan rumah milik satu ke
icon caption
Tim Puslabfor Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah kios tempat perisitiwa pembunuhan satu keluarga, di kawasan Jatirahayu, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11/2018). Puslabfor Mabes Polri memeriksa sejumlah ruangan rumah milik satu ke
Nasional
Kamis, 15 November 2018 18:16

Mengaku jatuh, pembunuh sekeluarga di Bekasi sempat berobat ke klinik

Polisi sudah tangkap pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi berinisial HS.
swipe

Pelarian pria berinisial HS yang diduga pelaku pembunuhan terhadap satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat, akhirnya berakhir. Sebelum dibekuk jajaran Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota di salah satu saung di kaki gunung daerah Garut, Jawa Barat, pelaku HS diketahui sempat mampir ke klinik untuk berobat.

“Saat ditangkap, di kuku HS ada noda hitam yang diduga bekas darah. Ini akan kita uji labfor. Kemudian telunjuknya juga ada luka. Ternyata yang bersangkutan sempat ke klinik berobat dengan alasan jatuh,” Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Jakarta pada Kamis, (17/11).

Argo mengatakan, HS yang merupakan saudara korban dari perempuan atau istri mengaku hendak mendaki gunung saat ditangkap polisi. Namun, polisi yang memeriksa HS di lokasi kejadian justru menemukan sejumlah barang bukti yang dibawa pelaku.

“Di sana dia berada di saung, katanya akan mendaki gunung. Setelah kita geledah tasnya, kita menemukan kunci mobil merek Nissan dan HP serta uang sekitar Rp4 juta,” kata Argo.

Argo mengungkapkan, pihaknya juga mengamankan barang bukti lain berupa mobil Nissan X-Trail yang ternyata milik korban. Di dalam mobil tersebut, tim penyidik menemukan bercak darah di sejumlah tempat antara lain gagang pintu kanan mobil, karpet bawah tempat duduk sopir, pedal gas, dan sabuk pengaman.

Usai memeriksa mobil korban, tim penyidik juga menggeledah kamar kos HS yang tak jauh dari lokasi penangkapan. Hasilnya, polisi menemukan 2 telepon seluler milik korban yang ada bercak darahnya. Juga celana hitam berlumuran darah yang sudah mengering. Dari situ, HS kemudian segera dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Menurut Argo, pelaku diketahui sudah tidak bekerja dalam kurun waktu tiga bulan terakhir setelah sempat keluar dari pekerjaannya di salah satu perusahaan di Cikarang, Jawa Barat.

img
Ayu mumpuni
Reporter
img
Tito Dirhantoro
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan