sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pengamat duga Kejagung terbakar karena sabotase

Kantor Kejagung terbakar pada Sabtu (22/8).

Achmad Rizki
Achmad Rizki Senin, 24 Agst 2020 13:16 WIB
Pengamat duga Kejagung terbakar karena sabotase
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 527.999
Dirawat 66.752
Meninggal 16.646
Sembuh 441.983

Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta, berpendapat terbakarnya gedung utama Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanuddin Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bukan hal biasa. Pangkalnya, banyak indikasi mengarah ke sabotase ihwal kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8) malam itu.

"Kalau saya melihat seperti ini, agak janggal kalau ini tampak seperti kecelakaan biasa," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Senin (24/8).

Dirinya menyatakan demikian karena "Si Jago Merah" begitu cepat melahap nyaris seluruh bagian gedung utama. Lalu, perangkat mitigasi, seperti pendeteksi api (fire detector) dan pendeteksi asap (smoke detector) kebakaran tidak bekerja.

"Kemungkinan sabotase itu bisa saja. Apalagi, ada indikasi terbakar dengan cepat, sangat besar, (perangkat) aspek-aspek pencegahan tidak berjalan," sambungnya.

Asumsi berikutnya, gedung "Korps Bhayangkara" telah beberapa kali terbakar, seperti pada 1979 dan 2003. Yang terparah tahun 2000, saat memeriksa putra sulung Presiden kedua RI Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

"Satu jam setelah Tommy Soeharto meninggalkan gedung, di situ ada bom. (Adanya) Bom itu jelas disengaja," jelas Stanislaus.

Pertimbangan lainnya, banyak kasus-kasus besar dan disorot publik yang tengah diusut Kejagung saat ini. Perkara dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) serta dugaan suap terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra dan melibatkan jaksa Pinangki Sirna Malasari, misalnya.

Meski demikian, dirinya menyerahkan seutuhnya kepada Polri untuk menginvestigasi penyebab kebakaran tersebut. "Apakah ini disengaja atau tidak, menunggu (hasil pengusutan) polisi," tutupnya.

Sponsored

Stanislaus pun meminta ritme Kejagung dalam mengusut kasus megakorupsi dipercepat. "Kalau perlu dipercepat supaya negara tidak kalah dengan orang-orang bermasalah."

Kantor utama Kejagung terbakar, Sabtu (22/8), sekitar pukul 19.10 WIB. Api baru bisa diatasi setelah nyaris seharian penanganan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mencurigai musibah terjadi karena sabotase. Motifnya, menghilangkan jejak perkara yang tengah diusut Kejagung.

Berita Lainnya