close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Kepala BNN, Komjen Petrus Reinhard Golose (tengah), memberikan keterangan di Gedung BNN, Jakarta, pada Kamis (29/12/2022). Alinea.id/Gempita Surya
icon caption
Kepala BNN, Komjen Petrus Reinhard Golose (tengah), memberikan keterangan di Gedung BNN, Jakarta, pada Kamis (29/12/2022). Alinea.id/Gempita Surya
Nasional
Kamis, 29 Desember 2022 19:22

Pesan Kepala BNN kepada generasi muda: Keren enggak harus pakai narkotika 

Sebanyak 1.730 remaja dari berbagai komunitas dibekali kemampuan mengenal diri dan memengaruhi teman sebaya untuk menolak narkoba.
swipe

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Petrus Reinhard Golose, mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh dengan ajakan menyalahgunakan narkotika. Sebab, sesuai penelitian BNN, ajakan menjadi faktor yang membuat anak muda terjerat narkoba hingga terlibat jaringan peredarannya.

"Paling banyak ajakan teman, kemudian mereka sesudah itu baru nanti masuk bandar-bandar kecil narkotika ini untuk menjual narkotika. Jadi, saya tetap mengimbau anak-anak muda bahwa Anda keren, tapi tidak perlu menggunakan narkotika," kata Petrus saat ditemui wartawan di Gedung BNN, Jakarta, pada Kamis (29/12).

Dalam upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, BNN mengusung strategi dengan pendekatan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat. Strategi ini meliputi upaya membentengi para remaja dari narkotika.

Petrus mengatakan, BNN melakukan upaya pencegahan di lingkungan pendidikan melalui pengembangan kemampuan siswa di 34 SMP dan SMA sederajat. Ini dilakukan untuk melatih keterampilan nonteknis (soft skill) peserta didik secara mandiri, yang pada 2022 menyasar 4.590 murid.

"Dalam bersosial dan berkomunitas, 1.730 remaja dari berbagai komunitas dibekali kemampuan dalam mengenal diri dan memengaruhi teman sebayanya untuk menolak narkoba," ujar Petrus.

Lebih lanjut, imbuh Petrus, fokus BNN dalam meningkatkan ketahanan masyarakat dilakukan melalui program desa bersinar di 588 desa/kelurahan se-Indonesia. Intervensi melalui kegiatan ketahanan keluarga antinarkotika (family resilience) menyasar 1.040 keluarga dengan melibatkan 4.160 anggota keluarga.

Selain itu, sebanyak 347.124 relawan antinarkotika terlibat dalam kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN).

Tak hanya itu, lanjut Petrus, BNN melakukan kampanye perang melawan narkoba (war on drugs) melalui pagelaran seni, olahraga, dan dialog P4GN secara langsung maupun virtual, dengan total 307.010 audiens. Langkah tersebut diharapkan menggugah kesadaran, kepedulian, dan semangat memerangi narkotika di Tanah Air.

"Upaya ini diiringi dengan pemuatan informasi pada 494 titik media luar ruang di 34 provinsi, yang mampu menginformasikan P4GN kepada 14.820.000 orang, serta penayangan informasi P4GN di tv dan radio yang diterima oleh 8.721.441 orang," tutur Petrus.

Pada bidang pemberdayaan masyarakat, BNN berupaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Ini diukur melalui indikator kinerja jumlah kabupaten/kota berkategori "Tanggap Ancaman Narkoba" atau Kotan.

"Pada 2022, terdapat 21 kabupaten/kota dalam kategori sangat tanggap, dan 129 kabupaten/kota tanggap ancaman narkoba," ujar Petrus.

Petrus menambahkan, jumlah kawasan rawan narkotika pada 2022 menurun dibandingkan 2021, menjadi 8.022 dari 8.691 kawasan. Selain itu, BNN juga memberikan life skill kepada 1.089 orang yang tinggal di daerah rawan narkotika.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan