sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polisi sita tanah-uang dari tersangka penggelapan dana nasabah Maybank

Bareskrim Polri sita aset milik Albert, tersangka kasus penipuan nasabah Maybank.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 20 Nov 2020 16:16 WIB
Polisi sita tanah-uang dari tersangka penggelapan dana nasabah Maybank
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 502.110
Dirawat 63.722
Meninggal 16.002
Sembuh 422.386

Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melakukan penyitaan aset milik tersangka Albert dalam perkara dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan dana nasabah Maybank.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika menuturkan, sejumlah bidang tanah, mobil dan uang telah disita. Namun, penyidik masih mendalami aset apa lagi yang dimiliki tersangka Albert dari tindak pidana.

"Satu unit tanah di Gunung Sindur Kabupaten Bogor, satu unit tanah dan bangunan di Parung Panjang Kabupaten Bogor, satu unit mobil Grand Livina, dan uang senilai Rp13 juta," kata Helmy saat dikonfirmasi, Jumat (20/11).

Menurut Helmy, uang Rp13 juta yang disita didapat dari seorang bernama Toni selaku penerima aliran uang nasabah atas nama Winda Earl. Penyidik pun masih akan terus menelusuri ke mana saja uang itu digunakan tersangk Albert.

"Penyidik masih mendalami penerima aliran dana," tuturnya.

Untuk diketahui, kasus ini bermula saat atlet e-sport Winda D Lunardi alias Winda Earl dan ibunya telah membuka tabungan di Maybank sejak tahun 2015 dalam dua rekening terpisah.

Hingga 2020, seharusnya uang yang ada di rekening yang bersangkutan senilai Rp20 miliar. Namun tabungan keduanya raib dan hanya tersisa Rp17 juta di rekening Floletta selaku ibu Winda, dan Rp600 ribu di rekening Winda.

Hilangnya uang tersebut diketahui setelah Floletta ingin melakukan penarikan dana di Maybank pada Februari 2020, akan tetapi penarikan dananya Floletta ditolak dengan alasan saldo tidak cukup.

Sponsored

Merespons hal itu, pihak Maybank dalam konferensi pers, mengklaim terdapat sejumlah kejanggalan dalam kasus tersebut, mulai dari pelaporan dan kejadian yang terlampau jauh. Kemudian, ayah Winda telah menerima uang bunga hingga Rp6 miliar.

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Senin, 23 Nov 2020 16:42 WIB
Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Minggu, 22 Nov 2020 14:48 WIB
Berita Lainnya