logo alinea.id logo alinea.id

Ribuan mahasiswa di Sumatera Selatan demo protes karhutla

Aksi mahasiswa memprotes Karhutla di kantor Gubernur Sumatera Selatan berlangsung ricuh.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Selasa, 17 Sep 2019 16:43 WIB
Ribuan mahasiswa di Sumatera Selatan demo protes karhutla

Ribuan mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Aliansi Sumsel Melawan Asap (G.ASMA) turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi. Mereka memprotes soal kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di kantor Gubernur Sumatera Selatan pada Selasa, (17/9) sekitar pukul 14.30 WIB.

Dari pantauan Antara di lokasi, aksi mahasiswa tersebut sempat berlangsung ricuh. Kericuhan terjadi setelah Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Mawardi Yahya menemui para mahasiswa yang berunjuk rasa. Para mahasiswa menolak ditemui Mawardi. Mereka menginginkan bisa bertemu gubernur.

"Jika memang masih ingin menemui gubernur maka tunggulah sampai sore atau malam, wassalamualaikum," kata Wakil Gubernur Mawardi Yahya di depan mahasiswa yang kemudian masuk ke kantor gubernur dikawal ketat personel kepolisian.

Setelah Mawardi Yahya meninggalkan mahasiswa, Wakapolda Sumatera Selatan, Brigjen Pol Rudi Setiawan, berusaha mengambil alih penjelasan dengan mencoba menuju panggung orasi. Namun, para mahasiswa tidak membuka jalan. Saat itulah terjadi aksi saling dorong.

Aksi saling dorong tersebut kemudian memancing mahasiswa yang ada di belakang maju ke depan dan ikut mendorong barikade polisi. Akibatnya, saling pukul terjadi antara mahasiswa dan polisi.

Aksi lempar botol dari mahasiswa semakin memanaskan situasi. Beruntung polisi yang menyiagakan mobil water canon dan anjing K9 tetap bersiaga hingga akhirnya kericuhan dapat dikendalikan.

Dua orang mahasiswa terpaksa ditandu karena kepalanya terluka, diduga akibat pukulan polisi dan langsung ditangani petugas kesehatan Polresta Palembang.

Adapun salah satu peserta aksi dalam menyampaikan orasinya menuntut Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk melawan korporasi yang berulang kali lahannya terbakar. Menurutnya, ada kongkalikong yang menyebabkan hutan serta lahan terus terbakar setiap tahun.

Sponsored

“Kami di sini mewakili masyarakat yang sudah tidak tahan menghirup asap, Asian Games kemarin bisa bebas asap kenapa tahun ini tidak bisa?,” ujar mahasiswa saat berorasi.

Sementara Wakapolda Sumatera Selatan, Brigjen Pol Rudi Setiawan, terus melanjutkan penjelasannya sembari meredam situasi aksi. "Ini polisi TNI siang malam memadamkan api, kami militan, meninggalkan keluarga demi redamnya Karhutla, mari sama-sama cari solusi," kata Rudi di hadapan mahasiswa.

Hingga berita ini diturunkan, mahasiswa masih bertahan di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan. Berharap bisa bertemu Gubernur Herman Deru. Mahasiswa juga sempat melakukan ibadah solat Ashar berjamaah di lokasi unjuk rasa. (Ant)