sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso: Baru 1 kasus yang probable hepatitis akut

17 kasus lainnya, termasuk pasien yang meninggal masih dalam status pending classification ataupun discarded.

Edo Sugiyanto
Edo Sugiyanto Jumat, 13 Mei 2022 16:37 WIB
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso: Baru 1 kasus yang probable hepatitis akut

Kementerian Kesehatan menyampaikan, sederet gejala hepatitis akut yang kini merabak masih belum diketahui penyebabnya. Tetapi Kemenkes menyebutkan, gejala yang paling banyak yaitu, demam dengan persentase sebesar 72,2% dari total 18 kasus gejala di Indonesia hingga 11 Mei 2022.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril menyampaikan, meski gejala demam paling banyak ditemukan, tetapi demam yang diderita pada pasien hepatitis ini cenderung ringan.

"Gejala-gejala yang timbul di pasien yang sebanyak 18 ini, pertama adalah demam sebanyak 72,2%, tetapi tidak tinggi. Kemudian mual, muntah, hilang napsu makan, diare akut, lemas lesu, nyeri bagian perut, kembung-kembung, nyeri otot-otot dan sendi, kuning di mata, termasuk kulit gatal-gatal," kata Syahril dalam keterangannya saat dipantau secara online, Jumat (13/5).

Syahril juga menyampaikan, dari 18 pasien hepatitis akut, terdapat tujuh pasien meninggal dunia. Seluruh pasien meninggal sebelum menjalani pemeriksaan diagnosis probable hepatitis akut misterius. Namun, seluruhnya menunjukan gejala serupa mirip penyakit tersebut.

“Yang tujuh meninggal tadi belum probable, karena belum kami tegaskan diagnosisnya sebagai hepatitis akut. Sehingga, kita tidak bisa mengatakan pasien tujuh ini meninggal hepatitis akut,” katanya.

Bahkan dia menegaskan, sebenarnya kasus yang benar-benar probable hepatitis akut misterius di Indonesia baru ada satu yang terdeteksi di Indonesia. Pasalnya, 17 kasus lainnya, termasuk pasien yang meninggal masih dalam status pending classification ataupun discarded.

Di mana kasus terbesar di tujuh provinsi. Di antaranya Sumatera Utara (satu kasus pending classification), Sumatera Barat (satu kasus pending classification), Kepulauan Bangka Belitung (satu kasus discarded), DKI Jakarta (satu kasus probable, lima pending classification, lima descarded, dan satu menunggu hasil PE), Jawa Barat (satu kasus pending classification), Jawa Timur (satu pending classification), dan Kalimantan Timur (satu kasus discarded).

Kasus dikatakan discarded karena setelah dilakukan tes darah positif terinfeksi hepatitis A ataupun hepatitis B, serta ada yang positif demam berdarah dan tifoid.

Sponsored

“Dari 18 kasus itu, sembilan laki-laki, delapan perempuan. Usia paling banyak 5-9 tahun ada enam orang. Kemudian di atas 15-20 tahun ada empat orang,” ujarnya. 

Berita Lainnya