close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi kantor BPOM. Foto istimewa
icon caption
Ilustrasi kantor BPOM. Foto istimewa
Nasional
Rabu, 09 November 2022 19:20

RUU BPOM akan memperketat pengawasan obat, makanan, dan minuman

Diharapkan, tidak ada lagi kasus gangguan ginjal akut di kemudian hari. Dan juga pentingnya pada pengawasan, pembenahan di perizinan.
swipe

Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengatakan, pengawasan obat, makanan, dan minuman akan semakin diperketat dengan mempraktikkan dari Rancangan Undang-Undang terkait Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Ke depan juga perizinan harus semakin diperketat monitoring, evaluasi dan pengawasan di lapangan atau bahasa sederhananya 'post market', pengawasannya harus ditingkatkan sehingga jangka panjang tata kelola prosedur terhadap pengawasan obat dan makanan saya kira akan diperbaiki lagi,” katanya. 

Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi kasus gangguan ginjal akut di kemudian hari. Dan juga pentingnya pada pengawasan, pembenahan di tahapan perizinan.

Rahmad juga menegaskan kembali, tidak ada lagi kebijakan yang tidak sesuai dan membuat BPOM tidak bisa mengakses bahan atau kandungan bahan baku yang diimpor oleh importir melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag). Menurutnya, perlunya harmonisasi kebijakan dan perbaikan yang harus melibatkan BPOM. 

“Siapapun atau apapun yang akan dimasukkan ke industri farmasi kita terkait dengan obat-obatan, makanan minuman, maka BPOM harus mendapatkan akses, harus mendapatkan informasi, juga mendapatkan data. Jadi hal-hal yang membahayakan tubuh, zat yang membahayakan tubuh, harus dilarang keberadaannya ketika masuk industri farmasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rahmad juga mengingatkan kembali dengan adanya kasus gangguan ginjal akut. Menurutnya pemerintah melakukan yang terbaik untuk mengatasi hal tersebut. sehingga kasus gangguan ginjal akut itu semakin menurun drastis, dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait larangan konsumsi obat sirop.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan, ada kemajuan beberapa pasien dengan terapi obat Antidotum Fomepizole yang pemerintah dapat dari Australia. 

Dia juga mengingatkan kembali, untuk pihak yang bertanggung jawab terkait munculnya kasus gangguan ginjal akut yang sudah merenggut banyak nyawa anak-anak.

Hal tersebut harus dibawa ke ranah hukum. Pastinya akan dibuka secara terang benderang oleh BPOM dan polisi, karena ini sudah menjadi atensi semua pihak termasuk presiden. 

“Saya kira kita kawal bersama semoga bisa menjawab keadilan bagi rakyat terutama bagi keluarga yang anaknya jadi korban. Saya kira harus usut tuntas, kita kawal penuh, dukung penuh,” tuturnya.

img
Ghina Mita Yuniarsih
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan