logo alinea.id logo alinea.id

Selamat karena diajak pindah ke gerbong tiga

Untungnya kondisi penumpang kereta sedang tidak ramai. Sebagian besar sudah turun di Stasiun Cilebut

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Minggu, 10 Mar 2019 14:33 WIB
Selamat karena diajak pindah ke gerbong tiga

Nur Aini (33) merasa bersyukur urung duduk di gerbong kedua KA 1722 (Jatinegara-Bogor). Pasalnya gerbong pertama dan kedua paling terkena dampak dari kecelakaan kereta api, pukul 10.15 WIB.  

Nur Aini menceritakan, dirinya membawa anak yang baru berusia balita ketika pergi ke Bogor. "Saya naik dari stasiun Kalibata. Bareng dengan enam teman saya. Kebetulan hendak ada reuni sekolah di Bogor," terang warga Pancoran ini, saat dihubungi Alinea.id.

Ketika KA 1772 tiba, sebenarnya Nur Aini masuk melalui gerbong dua. Maklumlah, gerbong ini memang dikhususkan untuk perempuan. Jadi, Nur Aini merasa lebih nyaman untuk duduk di gerbong ini. Tetapi, ternyata teman-teman Nur Aini memaksa untuk pindah gerbong, tepatnya gerbong tiga.

Untungnya kondisi penumpang kereta sedang tidak ramai. Sebagian besar sudah turun di Stasiun Cilebut. "Setelah Stasiun Cilebut, penumpang tinggal sedikit. Tidak ada yang berdiri," jelas dia.

Ketika jaraknya hanya berkisar puluhan meter saja dari Stasiun Bogor. Tiba-tiba saja, terdengar suara rem mendadak. Nur Aini yang duduk di sebelah kiri terjatuh ke arah kanan dan kaki kananya terhimpit kursi kereta api. Sejumlah penumpang juga terlempar ke arah kanan. Untungnya Nur Aini masih sempat memeluk anaknya agar tidak terlempar dari pangkuan.      

"Sudah dekat stasuin. Tiba-tiba mengerem mendadak. Dari dalam saya lihat gerbong kedua sudah anjlok. Kalau gerbong yang saya naiki hanya miring," tutur dia.

Kondisi panik sempat dirasakan penumpang di gerbongnya. Tetapi tidak lama karena tidak banyak yang mengalami cidera. Setelah ditolong penumpang lain, Nur Aini turun dari kereta. 

Petugas yang melihat langsung menawarkan dirinya agar diperiksa di RS. "Sempat dirawat. Luka saya juga diberi obat merah. Kemudian saya minta pulang dan dianter oleh petugas ke rumah saudara di Cilebut," kata dia.

Sponsored

Samentara VP Komunikasi PT KCI Eva Chairunisa, mengatakan, seluruh korban telah dievakuasi dari kereta. Korban yang dievakuasi berada dalam kondisi luka-luka. Hingga pukul 12.10 WIB tercatat jumlah korban luka mencapai 17 orang. 9 orang di RS Salak Bogor dan 8 lainnya di pos kesehatan stasiun bogor.

"Identitas korban luka dapat dilihat di RS Salak Bogor . Bagi para pengguna yang menjadi korban mendapatkan perawatan kesehatan," terang dia dalam keterangannya. 

Evakuasi selanjutnya akan diupayakan terhadap badan kereta di lokasi. Rencananya kereta yang tidak anjlok akan dievakuasi dengan ditarik sementara ke Stasiun Cilebut. Sementara kereta yang anjlok menunggu proses evakuasi lanjutan karena terkait dengan perbaikan prasarana perkeretaapian. 

Untuk perjalanan KRL dari dan tujuan Bogor sejauh ini belum dapat dilayani oleh KRL. Perjalanan KRL dari arah Jakarta Kota maupun Angke/Jatinegara sejauh ini hanya sampai Stasiun Depok. Bagi para pengguna yang telah membeli tiket atau melakukan tap in dapat melakukan refund di loket stasiun. Untuk pelayanan KRL di lintas lainnya berlangsung normal.