close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Konferensi Pers di Polres Bantul terkait Perkembangan Penanganan Kecelakaan Bus Pariwisata melalui siaran daring, Senin (7/2) Foto: Youtube/Polda Jogja
icon caption
Konferensi Pers di Polres Bantul terkait Perkembangan Penanganan Kecelakaan Bus Pariwisata melalui siaran daring, Senin (7/2) Foto: Youtube/Polda Jogja
Nasional
Senin, 07 Februari 2022 17:21

Seluruh korban kecelakaan bus di Bantul diserahkan ke keluarga

Jenazah korban kecelakaan bus diserahkan ke keluarga beserta santunan dari Jasa Raharja.
swipe

Polisi berhasil mengidentifikasi seluruh korban dari kecelakaan bus pariwisata di Bukit Bego, Kedung Buweng, Wukirsari, Imogiri, Minggu (6/2) pukul 14.00 WIB. Identifikasi itu berhasil dirampungkan hingga tadi malam (6/2) pukul 22.00 WIB.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan, sebanyak 13 jenazah korban berhasil diidentifikasi dan telah dikembalikan kepada keluarga dengan jumlah ambulans. Pengawalan dari kepolisian kepada setiap ambulans yang ada serta pemberian santunan juga langsung dilakukan.

“Kami berhasil mengidentifikasi seluruh korban yang meninggal dunia ada 13,” kata Ihsan dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Senin (7/2).

Pihak Jasa Raharja juga telah memberikan santunan kepada korban jiwa dan yang menjalani perawatan di rumah sakit. Nilai santunan Rp50 juta untuk korban meninggal dan maksimal Rp20 juta bagi korban yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Kendati demikian, dari 13 orang yang meninggal dunia, baru 11 orang saja yang menerima santunan tersebut. Sebab, dua korban lainnya masih dalam proses administrasi.

Menurutnya, sampai saat ini masih terdapat korban luka yang menjalani perawatan di tiga rumah sakit. Dirinci, 34 orang menjalani perawatan di RSUD Panembahan Senopati, Bantul. 

Selain itu, tujuh orang dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah, 11 orang di Rumah Sakit Ibnu Hidayah, serta beberapa rumah sakit rujukan juga merawat korban lainnya.

Tidak hanya identifikasi, evakuasi kendaraan yang terlibat dalam kecelakan dan olah TKP dengan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) juga dilakukan. Tim TAA akan mencari penyebab utama kecelakaan tersebut.

“Kami melakukan olah TKP dengan TAA yang akan memeriksa penyebab utama terjadinya kecelakaan,” ucap Ihsan.

Lebih lanjut dia menerangkan, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi yang berada di lokasi kecelakan maut tersebut. Nantinya, para korban yang sedang dirawat juga akan diperiksa sebagai saksi setelah dalam kondisi sehat.

“intinya kami sudah periksa tiga orang yang ada di TKP,” ujar Ihsan.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan