sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Respons pakar soal Komnas HAM sebut Ferdy Sambo punya masalah kejiwaan

Masalah kejiwaan yang dimaksud adalah adanya sifat superpower yang dimiliki Ferdy Sambo karena mempunyai jabatan.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 15 Sep 2022 15:00 WIB
Respons pakar soal Komnas HAM sebut Ferdy Sambo punya masalah kejiwaan

Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel, merespons Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait dugaan masalah kejiwaan yang dialami mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, dalam kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Hutabarat atau Brigadir J.

Menurut Reza, masalah kejiwaan pada diri Ferdy Sambo mungkin saja, namun bukan masalah kejiwaan yang membuat bersangkutan bisa memanfaatkan "layanan" Pasal 44 KUHP. 

"Apalagi kalau masalah kejiwaan yang dimaksud adalah psikopati (gangguan kepribadian antisosial) seperti kata Komnas HAM, maka tepatlah FS (Ferdy Sambo) disebut sebagai kriminal dengan klasifikasi sangat berbahaya," kata Reza kepada Alinea.id, Kamis (15/9). 

Sebagai psikopat, Ferdy Sambo memiliki kepribadian Machiavellinisme yang diistilahkan sebagai Dark Triad yakni manipulatif, pengeksploitasi, dan penuh tipu muslihat.

Menurut Reza, kriminal semacam itu, sepatutnya dimasukkan ke penjara dengan level keamanan supermaksimum. 

"Petugas penjaga jangan staf biasa. Harus staf yang juga cerdas, berintegritas, dan punya jam terbang tinggi "melayani" napi ber-Dark Triad," kata Reza.

Di sisi lain, Reza mengatakan, pernyataan Komnas HAM bisa kontraproduktif. Riset mutakhir menunjukkan bahwa psikopati bukan berakar sebatas pada dimensi perilaku atau pun kepribadian, tetapi pada adanya bagian otak yang memang berbeda dari orang-orang nonpsikopat. 

Bagian otak itu, kata Reza, tanpa direkayasa, tidak bereaksi ketika diperlihatkan gambar atau tayangan kejam. 

Sponsored

"Jadi, dengan kondisi otak dari sananya yang memang sudah seperti itu, mereka memang tuna perasaan. Karena menjadi psikopat ternyata bisa dipahami sebagai sesuatu yang terkodratkan, kondisi psikopati malah bisa dipakai sebagai salah satu bahan pembelaan diri," ungkap dia.

Terkait dengan gangguan kepribadian antisosial di kalangan personel polisi, Reza menjelaskan, psikopati terbentuk dari subkultur menyimpang di dalam organisasi kepolisian itu sendiri serta "mudah"-nya personel melakukan penyimpangan (misconduct) tanpa dikenai sanksi.

Alhasil, jelas Reza, salahkan bunda mengandung jika ada personel dengan kepribadian yang antisosial. 

"Nah, ini juga bisa menjadi bahan untuk pembelaan diri. Bahwa, FS mengacu pernyataan Komnas HAM sebagai orang yang jangan-jangan berkepribadian psikopat hanyalah individu dengan kejiwaan yang terganggu yang terciptakan dari kantornya sendiri. Termasuk ulah kantor yang terlanjur memberikan dia kekuasaan seluas-luasnya," pungkas Reza.

Sebelumnya, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menduga bahwa Ferdy Sambo mempunyai masalah kejiwaan hingga melakukan pembunuhan kepada Brigadir J. 

Menurut Taufan, masalah kejiwaan yang dimaksud adalah adanya sifat superpower yang dimiliki Ferdy Sambo karena mempunyai jabatan sebagai Kadiv Propam Polri dan juga Ketua Satgasus Merah Putih.

"Bisa jadi psikopat, tetapi ini bisa karena superpower itu. Dia bisa ngeyakinin dirinya, siapa yang bisa bongkar kejahatan saya, saya bisa suruh-suruh ini semua," ujar Taufan di Gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (13/9).

Berita Lainnya
×
tekid