sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Strategi Anies dan jajaran cegah banjir di Ibu Kota

Pemprov DKI Jakarta telah melakukan langkah-langkah antisipasi sejak Juli 2019 lalu.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 05 Nov 2019 08:13 WIB
Strategi Anies dan jajaran cegah banjir di Ibu Kota

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya di Pemprov DKI, telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi banjir jelang musim hujan. Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Juaini Yusuf mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah untuk mempersiapkan kedatangan musim hujan.

Strategi Pemprov DKI mengantisipasi terjadinya banjir di musim hujan, di antaranya dilakukan dengan mengeruk waduk, sungai, saluran penghubung (Phb), dan saluran-saluran yang ada di jalan lingkungan.

"Kami juga melakukan pengecekan ke pompa-pompa untuk pengendalian banjir, ada 400 pompa, juga mengerahkan satuan tugas (satgas) yang bersiaga 24 jam di musim hujan," kata Juaini di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin (4/11).

Menurutnya, antisipasi ini telah dilakukan sejak Juli, jauh sebelum hujan mengguyur Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mengurangi luapan air di Ibu Kota. 

Meski demikian, ia tidak dapat memastikan Jakarta dapat terhindar dari banjir tahun ini. Dinas SDA, kata dia, hanya bisa menyiapkan yang terbaik untuk mencegah terjadinya banjir. 

"Alam tidak bisa diprediksi. Yang jelas hujan seperti apa, kita siap melayani masyarakat," kata dia.

Selain Dinas SDA, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI turut bersiaga. DLH DKI menyiapkan ratusan personel, menyiagakan alat berat, dan kendaraan pengangkut sampah.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pelaksana Kebersihan Badan Air Dinas LH DKI, Aditya Pamungkas, menyebut ada enam program yang telah disiapkan. Pertama, perbaikan atau pemeliharaan saringan sampah otomatis. Kedua, gerebek sampah. 

Sponsored

Ketiga, bedah kali aliran yang tertutup tanaman atau pohon liar. Keempat, pembentukan satgas siaga banjir musim hujan. Kelima, optimalisasi sarana dan prasarana. Keenam, sterilisasi pompa air.

Ada pun jumlah satgas yang disiagakan saat musim hujan adalah sebanyak 277 orang personel. Satgas yang disediakan berasal dari penyedia jasa lainnya orang perorangan (PJLP), yang tersebar di lima wilayah DKI Jakarta.

Satgas Siaga Banjir ini dibentuk guna memantau situasi selama 24 jam di musim hujan. Pemantauan dilakukan di 118 titik lokasi yang dikategorikan sebagai rawan sampah. 

"Rawan sampah berarti memerlukan pemantauan secara khusus, saat volume air naik di masa musim penghujan. Satgas juga menampung pengaduan masyarakat terkait kegiatan antisipasi di musim hujan," kata Aditya kepada reporter Alinea.id Senin (4/11).

Sementara itu, lanjut Aditya, terdapat 27 lokasi yang memiliki saringan sampah otomatis di musim hujan tahun ini. Pihaknya juga menyediakan 132 kendaraan pengangkut sampah.

UPK Badan Air Dinas LH DKI jakarta juga menyediakan 134 unit alat berat sebagai sarana penunjang kebersihan badan air.