sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemkab Tegal gratiskan vitamin dan obat cacing untuk hewan kurban

Pemberian vitamin dan obat cacing tersebut, bertujuan demi menghasilkan daging kurban yang aman dikonsumsi bagi masyarakat.

Tri Kurniawan
Tri Kurniawan Jumat, 31 Jul 2020 15:30 WIB
Pemkab Tegal gratiskan vitamin dan obat cacing untuk hewan kurban
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 130718
Dirawat 39017
Meninggal 5903
Sembuh 85798

Dinas Kelautan Perikanan dan Perternakan (DKPP) Kabupaten Tegal menyediakan obat cacing dan vitamin gratis bagi ternak yang menjadi hewan kurban.

Vitamin dan obat cacing yang disediakan DKPP sebanyak 680 dosis bagi kambing dan 2.000 dosis bagi sapi. Pemberian vitamin dan obat cacing tersebut, bertujuan demi menghasilkan daging kurban yang aman dikonsumsi bagi masyarakat.

“Melalui pemberian obat cacing dan vitamin gratis, dapat dipastikan bahwa daging yang diproduksi dan diperjualbelikan aman, sehat serta utuh dikonsumsi masyarakat,” kata Kepala DKPP Kabupaten Tegal Khofifah, Selasa (14/7).

DKPP Kabupaten Tegal telah melaksanakan program ini dari awal Juli. Pemberian vitamin dan obat cacing pada hewan, merupakan salah satu upaya mencegah penularan penyakit pada manusia yang bersumber dari hewan atau sering disebut zoonosis.

Sponsored

Menurut Staf Bidang Kesehata Hewan dan Pelayanan DKPP Kabupaten Tegal Rina Luhkito, pemberian vitamin dan obat tersebut guna membunuh cacing yang berada di saluran pencernaan atau hati hewan ternak. Dengan demikian daging kurban akan terjaga kualitasnya serta terhindar dari penyakit apapun.

Selain melakukan pemberian obat dan vitamin, tim dari DKPP Kabupaten Tegal juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi hewan ternak. Tim tersebut juga mengimbau peternak agar melakukan protokol kesehatan sesuai pencegahan Covid-19, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak antar pekerja di peternakan. DKPP Kabupaten Tegal juga mewajibkan peternak untuk menyediakan tempat cuci tangan demi mencegan penularan Covid-19 di lingkungan peternakan.

Berita Lainnya