close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Sejumlah prajurit TNI bersiap melakukan pencarian Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Pangkalan TNI AU Silas Papare, Sentani Jayapura, Papua, Minggu (30/06)./AntaraFoto
icon caption
Sejumlah prajurit TNI bersiap melakukan pencarian Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Pangkalan TNI AU Silas Papare, Sentani Jayapura, Papua, Minggu (30/06)./AntaraFoto
Nasional
Senin, 01 Juli 2019 02:35

Tim SAR menginap di pegunungan

Tim SAR gabungan terpaksa bermalam karena tidak memungkinkan melanjutkan pencarian, dan akan meneruskan pencarian pada Senin (1/7)
swipe

Komandan Lanud Silas Papare, Sentani, Marsma TNI Tri Bowo mengatakan, tim SAR gabungan yang dikerahkan untuk mencari keberadaan Helikopter MI 17 yang hilang kontak dalam penerbangan Oksibil-Jayapura, Provinsi Papua sejak Jumat (28/6) bermalam di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut (mdpl) guna melanjutkan pencarian pada Senin (1/7) pagi.

Tim SAR gabungan terpaksa bermalam karena tidak memungkinkan melanjutkan pencarian, dan akan meneruskan pencarian pada Senin (1/7) dan selanjutnya menuju ke lokasi yang dilaporkan satelit adanya titik panas.

“Mudah-mudahan cuaca bersahabat sehingga tim dapat bergerak maksimal,” katanya di Jayapura, Minggu malam.

Dikatakannya ada laporan dari hasil pendeteksian yang dilakukan satelit tentang lima titik panas yang di lokasi yang diperkirakan menjadi lintasan helikopter berpenumpang 12 orang termasuk awaknya.

Cuaca pada Minggu (30/6) cukup baik sehingga pesawat CN 235 milik TNI AU dapat terbang dua kali ke Oksibil dengan membawa bahan bakar minyak (BBM) dan tim SAR dari Sentani.

Namun dua helikopter dari Timika yang menuju Oksibil menyusuri selatan Papua terpaksa berhenti di Tanah Merah akibat cuaca tidak bersahabat.

"Memang benar saat ini kedua helikopter milik TNI AD berada di Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digul dan dijadwalkan Senin (1/7) melanjutkan perjalanan ke Oksibil," kata Tri Bowo.

Helikopter MI 17 dengan nomor registrasi HA-5138 yang membawa 12 penumpang beserta crew yang sebelumnya terbang ke Okbibab untuk melakukan pengiriman logistik kepada prajurit yang bertugas di wilayah tersebut.

Okbibab, merupakan salah satu distrik atau kecamatan di Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini (PNG). Sekitar pukul 11.44 WIT helikopter terbang ke Jayapura dan sesaat setelah terbang, yakni pukul 11.49 WIT pilot sempat mengucapkan “terima kasih” setelah melaporkan terbang di ketinggian 7.800 feet, 6 notical mile ke utara.

Adapun nama anggota satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 725/WRG yang ikut dalam helikopter tersebut yaitu Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin dan Prada Tegar Hadi Sentana.

Sedangkan nama-nama awak helikopter tersebut yaitu Kapten (Cpn) Aris (pilot), Lettu (Cpn) Bambang (pilot), Lettu (Cpn) Ahwar (co pilot), Serka Suriyatna, Serda Dita, Praka Dwi Purnomo dan Pratu Aharul. (Ant)
 

img
Hermansah
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan