logo alinea.id logo alinea.id

Timses Jokowi-Amin doakan Ani Yudhoyono lekas sembuh

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendoakan Ani Yudhoyono yang tengah sakit kanker darah agar lekas sembuh.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Rabu, 13 Feb 2019 23:35 WIB
Timses Jokowi-Amin doakan Ani Yudhoyono lekas sembuh

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendoakan Ani Yudhoyono yang tengah sakit kanker darah agar lekas sembuh.

Ketua TKN Jokowi-Amin, Erick Thohir, mengatakan doa itu disampaikan untuk istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang tengah dirawat di Singapura.

"Kami bersama-sama parpol koalisi TKN, ingin mengucapkan semoga Ibu Ani Yudhoyono diberikan kemudahan dan kesembuhan," kata Erick Thohir di Gedung High End, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (13/2).

Di tempat terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto juga turut mendoakan agar Ani Yudhoyono lekas pulih kembali. 

"Kita doakan semoga beliau lekas sembuh," kata Hasto di kantor Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, Hasto turut memuji langkah cepat Presiden Jokowi yang segera memberikan perhatian dengan mengirimkan dokter kepresidenan.

"Ketika Pak SBY sebagai presiden, Bu Ani adalah ibu negara. Sehingga wajar negara memberikan perhatian lebih. Sikap yang ditunjukkan Presiden Jokowi adalah satu sikap yang baik," kata dia. 

Perhatian seperti itu, kata Hasto juga pernah diberikan oleh Megawati Soekarnoputri. "Dulu waktu bu Mega presiden, dia juga mengirimkan dokter kepresidenan untuk pak Harto (Soeharto)," kata dia.

Sponsored

Presiden RI Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melalui rekaman video dari Singapura menyampaikan kalau istrinya menderita penyakit kanker darah. SBY menyebut istrinya itu adalah sosok yang tegar dan tabah.

"Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di Tanah Air, Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah. Dan, karenanya, harus menjalani pengobatan dan perawatan yang intensif di National Universtiy Hospital Singapura," kata SBY.