sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tingkat kehamilan di Jabar meningkat saat pandemi

BKKBN melaksanakan Program Sejuta Akseptor untuk menekan potensi kehamilan tak terencana.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Senin, 29 Jun 2020 19:36 WIB
Tingkat kehamilan di Jabar meningkat saat pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 68079
Dirawat 33135
Meninggal 3359
Sembuh 31585

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Jawa Barat (TP PKK Jabar), Atalia Praratya Ridwan Kamil, mengungkapkan, tingkat kehamilan di daerahnya meningkat saat pandemi coronavirus baru (Covid-19). Kilahnya, akses ke fasilitas kesehatan terbatas.

"Sekitar tiga bulan ini kita melakukan berbagai kegiatan di rumah. Memang akses terkait dengan fasilitas kesehatan menjadi sangat terbatas. Itulah kenapa ada lonjakan peningkatan dari kehamilan di wilayah di Jawa Barat," katanya di Klinik Siliwangi Kesdam III/Siliwangi, Kota Cimahi, Senin (29/6).

Karenanya, istri Gubernur Jabar, Ridwan Kamil ini mendorong peran keluarga dalam membatasi angka kelahiran. Sehingga, memiliki keluarga dan generasi berkualitas.

"Dan upaya dari pemerintah bagaimana untuk membatasi kelahiran itu, adalah untuk kebaikan masyarakat juga agar menjadi keluarga yang berkualitas," sambung dia.

Pada kesempatan sama, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jabar, Kusmana, menyatakan, pihaknya mendorong Program Sejuta Akseptor pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 se-Indonesia, hari ini. Tujuannya, menekan angka kehamilan yang tak direncanakan, khususnya saat pandemi.

"Soal sejuta akseptor, karena selama tiga bulan banyak masyarakat yang khawatir, takut. Sehingga, dikhawatirkan akan terjadi kehamilan yang tidak direncanakan," paparnya.

Menurutnya, masyarakat perlu menghindari kehamilan yang tak direncanakan. Kilahnya, kehamilan terencana penting untuk mewujudkan keluarga bahagia dan berkualitas.

"Kehamilan yang tidak direncanakan, adalah suatu peristiwa yang tidak boleh terjadi. Sebab kehamilan itu harus di-planning dengan baik agar ibunya sehat, anaknya sehat, suaminya bahagia, dan keluarganya menjadi berkualitas," tuturnya.

Sponsored

Dalam Program Sejuta Akseptor, BKKBN bakal mendistribusikannya sebanyak 454.226 alat. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dimulai per 29 Juni dan didukung 84.000 tenaga medis.

"Satu minggu ini kita gerakkan karena kita untuk menghindari jangan sampai terjadi kerumunan sesuai dengan protokol kesehatan," ujarnya, menukil situs web Pemprov Jabar.

Sementara itu, Atalia sesumbar, target 454.226 ribu akseptor terealisasi. Dalihnya, didukung tenaga kesehatan dan fasilitas memadai.

"Sangat optimis karena punya banyak bidan dan fasilitas kesehatan yang sudah bisa mempersiapkan bagi semua warga," katanya saat meninjau pelayanan KB spiral (intrauterine device/IUD) dan implan.

Berita Lainnya