sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tumpas Ali Kalora, Panglima kerahkan TNI ke Palu esok

MIT diduga menjadi dalang di balik aksi keji di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulteng, Jumat (27/11).

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 30 Nov 2020 14:07 WIB
Tumpas Ali Kalora, Panglima kerahkan TNI ke Palu esok
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menyatakan, militer mendukung Polri menindak tegas kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, yang disinyalir membakar dan membunuh terhadap warga Dusun Tokeleme, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng).

TNI akan memberangkatkan pasukan khusus dari Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (1/12) besok pagi, menuju ke Kota Palu, Sulteng. Langkah ini bertujuan memperkuat pasukan yang sudah ada sebelumnya di Poso.

"Sehingga, apa yang diharapkan oleh seluruh masyarakat Indonesia bahwa kelompok MIT harus dikejar dan sampai dapat akan kami laksanakan. Saya mohon doanya agar operasi ini bisa berjalan lancar,” ujarnya dalam telekonferensi, Senin (30/11).

“Dukungan-dukungan untuk operasi sudah kita kirim secara bertahap. Dengan dukungan operasi tersebut, kelompok MIT yang melakukan kejahatan atas penduduk yang tidak berdosa segera tertangkap,” sambung dia.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, sebelumnya mengatakan, Satuan Tugas (Satgas) Tinombala sedang mengejar MIT menyusul terjadinya insiden pembakaran dan pembunuhan terhadap warga Dusun Tokeleme, Jumat (27/11).

Dia sesumbar, insiden keji di Lemban Tongoa dilakukan MIT. "Ini adalah sisa-sisa kelompok Santoso yang sekarang masih tersisa beberapa orang lagi,” ucapnya, kemarin (Minggu, 29/11).

Kelompok Ali Kalora dikabarkan membakar sebuah rumah dan membunuh satu keluarga di Desa Lemban Tongoa, Jumat (27/11). Imbasnya, sekitar 40 kepala keluarga (KK) telah mengungsi karena ketakutan.

Berdasarkan keterangan saksi warga setempat, para pelaku, yang berjumlah 10 orang dan membawa senjata api, melakukan aksi dengan membakar tujuh rumah dan membunuh empat orang. Empat jenazah korban ditemukan dalam kondisi tewas dipenggal, dipotong, dan dibakar.

Sponsored

Personel tambahan telah dikerahkan untuk melakukan peningkatan pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Sekitar 100 orang aparat gabungan dari Satgas Tinombala, Brimob Polda Sulteng, dan TNI melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Berita Lainnya