sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Buntut penyerangan Polres Yahukimo, 1 anggota Brimob tewas

Insiden penyerangan itu juga mengakibatkan dua orang terluka.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Rabu, 18 Des 2019 20:36 WIB
Buntut penyerangan Polres Yahukimo, 1 anggota Brimob tewas
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 275213
Dirawat 61813
Meninggal 10386
Sembuh 203014

Markas Polres Yahukimo, Papua, diserang oleh sekelompok masyarakat pada Rabu, 18 Desember 2019. Buntut dari penyerangan tersebut, membuat seorang anggota Brigade Mobil atau Brimob bernama Brigadir Hendra Saut Sibarani meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Kamal, mengatakan Polres Yahukimo saat ini masih menyelidiki kasus tersebut guna mengungkap pelaku penyerangan terhadap anggota Brimob asal Polda Riau itu.

“Selain menyebabkan meninggalnya Hendra, insiden itu juga mengakibatkan dua orang terluka yakni Bripda Agustinus Nabu (19) anggota Polres Yahukimo dan warga sipil, yakni Nikolaus Ribo Situr (31),” kata Kamal di Papua, Rabu (18/12).

Kamal menjelaskan, insiden penyerangan bermula ketika anggota yang sedang melaksanakan piket penjagaan di Mapolres Yahukimo sedang menyelesaikan masalah kesalahpahaman antara Camat Distrik Lolat dengan masyarakat Lolat (pak guru).

Saat sedang menangani masalah tersebut, ada warga yang buang air kecil di samping penjagaan Mapolres Yahukimo. Ketika itu, datang salah satu anggota penjagaan bernama Bernard Jek yang langsung menegur pemuda tersebut. 

Karena tak senang, pemuda itu lantas membalas teguran dengan kata-kata kasar. Ia memaki anggota polisi yang berjaga dengan kata-kata tak pantas semabri meminta polisi menyiapkan kamar mandi. Akibatnya, terjadi pertengkaran mulut antara anggota penjagaan dan masyarakat tersebut. 

Di saat bersamaan, salah satu masyarakat memanggil masyarakat lainnya yang ada di sekitar penjagaan. Masyarakat yang tengah berkumpul di pinggir jalan pun langsung menyerang penjagaan Mapolres Yahukimo.

Kamal menyebut, anggota penjagaan berusaha menenangkan kelompok masyarakat yang mulai anarkis. Namun, imbauan polisi tak dihiraukan. Massa tetap bersikap brutal dan memukul KSPKT Bripka Toniwi Pareme, serta melempari anggota yang lain dengan menggunakan batu.

Sponsored

Setelah kejadian tersebut, anggota yang berada di Mapolres Yahukimo langsung menuju penjagaan SPKT untuk melerai masyarakat dan meminta mereka untuk kembali ke rumahnya masing-masing. 

Pihak kepolisian lantas mencari pelaku yang telah memukul dan melempari anggota dengan batu. Di saat pencarian, anggota Polres Yahukimo diserang masyarakat yang berada di seputaran pasar lama. Karena penyerangan itu, polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan.

Massa kemudian melawan dan melakukan tindak kekerasan secara membabi buta kepada masyarakat yang berada di jalan Jalur 1. Serta membakar dua unit sepeda motor milik warga yang saat itu sedang melintas di sekitar komplek ruko blok B.

Sekitar pukul 12.30 WIT, Brigadir Hendra Saut Sibarani yang sedang melewati pemukiman jalur 1 hendak ke arah pos Brimob dianiaya massa di depan toko Cahaya Yahukimo.

“Korban meninggal setelah sempat mendapat penanganan medis di RSUD Dekai. Saat ini situasi di Dekai sudah kondusif,” kata Kamal seraya mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi. (Ant)

Berita Lainnya
×
img