close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej, mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (20/3). Alinea.id/Gempita Surya.

Wamenkumham Eddy Hiariej tiba di KPK

Eddy tiba di KPK untuk klarifikasi dugaan gratifikasi Rp7 miliar.
swipe

Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej, mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siang ini untuk memberikan keterangan soal laporan dugaan gratifikasi senilai Rp7 miliar. Eddy tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sekitar pukul 12.54 WIB.

Eddy tampak mengenakan kemeja putih dan celana hitam, serta kacamata yang disematkan di atas kepala. Ia didampingi asisten pribadi dan sejumlah orang dari tim kuasa hukumnya yang berbaju batik saat tiba di KPK.

Eddy enggan bicara banyak. Ia hanya mengatakan bakal terlebih dahulu menemui tim KPK untuk memberikan keterangan terkait laporan dugaan gratifikasi yang menyeret dirinya.

"Saya klarifikasi dulu ke KPK, tunggu ya, terima kasih," kata Eddy singkat kepada wartawan.

Ia lantas menuju lobi untuk melengkapi administrasi sebelum menuju ruang pemeriksaan.

Sebelumnya, Kabag Humas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Tubagus Erif Faturahman mengatakan Eddy bakal menjalani klarifikasi terkait laporan dugaan gratifikasi yang diadukan oleh Indonesia Police Watch.

Selain Eddy, kedua asisten pribadinya yakni Yogi Arie Rukmana dan Yosi Andika Mulyadi juga bakal datang untuk memberikan klarifikasi.

"Diberitahukan hari ini Wamenkumham Prof. Eddy bersama kuasa hukum, Yogi Arie Rukmana, dan Yosi Andika Mulyadi akan klarifikasi ke KPK," kata Tubagus dalam keterangannya, Senin (20/3).

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso melaporkan Eddy Hiariej atas dugaan tindak pidana korupsi berupa gratifikasi ke KPK pada Selasa (14/3).

Pelaporan ini berkaitan dengan adanya aliran dana sekitar Rp7 miliar yang diterima oleh dua orang. Kedua orang ini, kata Sugeng, diakui oleh Eddy sebagai asisten pribadinya. Diungkapkan Sugeng, peristiwa ini terjadi sekitar April hingga Oktober 2022.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly, mengatakan sudah memanggil Eddy terkait isu tersebut.

Menurut Yasonna, dirinya juga sudah mendapat laporan dari Eddy Hiariej bahwa dua asisten pribadinya, Yosi dan Yogi telah melaporkan balik Sugeng Teguh ke Bareskrim Polri atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. 

Yassona mengaku menyerahkan sepenuhnya ke aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut. Ini ketika dia disinggung apakah Kemenkumham akan melakukan penyelidikan internal.

"Ya itu karena ini ranah apa (penegak hukum), biar di situ aja. Saya sudah panggil, dia klarifikasi. Beliau sekarang sedang tugas luar kota, nanti saya akan bicara lagi," kata Yasonna kepada wartawan, Rabu (15/3).

Wamenkumham Eddy Hiariej tiba di KPK
Senin, 20 Maret 2023 14:09
Artikel ditulis oleh
img
Gempita Surya
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan