sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Wiranto: Benny Wenda masih instruksikan serangan ke pendatang

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) masih potensial kembali melancarkan serangan ke Wamena.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Jumat, 04 Okt 2019 19:57 WIB
Wiranto: Benny Wenda masih instruksikan serangan ke pendatang


Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, banyak pengungsi asal Wamena yang trauma pulang ke rumahnya masing-masing. Menurut Wiranto, kelompok kriminal bersenjata (KKB) masih potensial kembali melancarkan serangan ke kota yang terletak di pegunungan tengah Papua itu. 

"Mereka mendapat instruksi langsung agar membuat kerusuhan dan aksi provokasi dari Benny Wenda. Mereka juga tak segan menyerang pendatang dan membuat kerusuhan di kota-kota," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jumat (4/10).

Wiranto mengatakan, hingga kini pasukan gabungan TNI dan Polri masih terus berupaya mengejar anggota KKB yang membuat kerusuhan di Wamena pada 23 September lalu. "Nanti kepolisian yang menjelaskan dan yang melakukan seperti ini," kata dia. 

Benny Wenda ialah pemimpin The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Saat ini, Benny tinggal di Inggris. Pemerintah sudah mencabut kewarganegaraan Benny. 

Pemerintah, lanjut Wiranto, akan fokus untuk menghilangkan trauma warga Wamena. Salah satu cara ialah menjaga stabilitas keamanan di Wamena. 

"Yang terpenting adalah kita segera bisa menetralisir trauma itu, menjamin keamanan masyarakat kemudian juga ada jaminan dari para tokoh adat. Ini agar masyarakat, yang memang masih ingin sebenarnya untuk tidak eksodus itu, bisa melanjutkan kehidupan sehari-hari di sana," terang Wiranto.

Wiranto berharap warga asli Papua di Wamena membantu menyembuhkan traupa warga non-Papua yang tinggal di sana. Ia meminta warga Wamena tidak gampang terprovokasi dan terus menjalin hubungan baik dengan para pendatang.

Menurut Wiranto, kebanyakan warga pendatang memiliki bisnis di Wamena yang berperan menghidupkan roda perekonomian di kota itu. "Bisa dibayangkan kalau mereka kemudian eksodus? Maka, roda perekonomian di derah itu bisa mati, bisa macet. Jadi sebenarnya saling membutuhkam," ujar dia. 

Sponsored

Tak hanya warga Wamena, Wiranto juga meminta agar publik turut mendinginkan suasana di Papua. Salah satu cara ialah dengan tidak menggungah materi bernuansa provokatif di media sosial. 

"Alangkah lebih baik mempublikasikan sesuatu yang dapat menghilangkan rasa trauma para pendatang agar mereka bisa kembali ke Wamena," kata dia.