close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Aiden O'Neill dari Socceroos diberi kartu merah di Piala Asia 2023. Foto AP
icon caption
Aiden O'Neill dari Socceroos diberi kartu merah di Piala Asia 2023. Foto AP
Olahraga
Jumat, 09 Februari 2024 17:05

Apa jawaban FIFA tentang pro-kontra 'kartu biru'

Kartu biru, terutama bertujuan melindungi wasit dari pelecehan dalam pertandingan.
swipe

Sejumlah laporan menyebutkan 'kartu biru' akan diperkenalkan sebagai aturan baru. Reaksi dari para penggemar di seluruh dunia begitu cepat, sehingga FIFA tergerak untuk mengklarifikasi bahwa “tidak benar dan prematur” bahwa kartu biru akan diujicobakan di tingkat elit musim depan.

Departemen yang bertanggung jawab menangani komunikasi media dan operasi FIFA, pada Jumat (9/2), mencuit di X (sebelumnya dikenal sebagai Twiter): "FIFA ingin mengklarifikasi bahwa laporan tentang apa yang disebut 'kartu biru' di level elit sepak bola adalah tidak benar dan prematur."

"Uji coba kartu biru tersebut, jika dilaksanakan, harus dibatasi pada pengujian secara bertanggung jawab di tingkat pertandingan atau turnamen level rendah, sikap yang akan ditegaskan oleh FIFA ketika agenda ini dibahas pada RUPS IFAB pada tanggal 2 Maret," cuit FIFA Media.

Alih-alih menerapkan 'kartu biru' FIFA diminta untuk memperbaiki aturan Video Assistant Referee (VAR) terlebih dahulu.

Diketahui, Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) akan membahas hukuman kartu biru pada sepak bola tingkat senior dalam pertemuan tahunannya pada 2 Maret, menurut Sky Sports News.

Agenda pertemuan tahunan IFAB lainnya termasuk menghukum penjaga gawang yang membuang waktu dengan memberikan tendangan sudut dan hanya mengizinkan kapten tim untuk mendekati wasit.

IFAB terdiri empat asosiasi Britania – Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara, yang masing-masing mempunyai satu suara – dan FIFA, yang mempunyai empat suara. Diperlukan enam suara untuk menyetujui perubahan apa pun pada hukum permainan.

Dilansir Sports Illustrated, kartu biru, terutama bertujuan melindungi wasit dari pelecehan dalam pertandingan, akan diterapkan setelah uji coba yang sukses di liga sepak bola amatir dan remaja di Inggris dan Wales.

Dalam uji coba, kartu biru memberi wasit wewenang untuk mengeluarkan pemain selama 10 menit karena melakukan protes. Pemain yang dihukum akan menghabiskan waktu di “sin bins.” Sin bins berada di luar lapangan permainan di mana seorang pemain ditempatkan setelah melanggar peraturan.

Kartu biru diberikan untuk pelanggaran yang lebih parah daripada pelanggaran yang berbuah kartu kuning. Tetapi tidak terlalu parah dibandingkan pelanggaran yang memerlukan kartu merah.

“Keberhasilan sin bins dalam permainan akar rumput lebih merupakan pencegahan daripada pengampunan,” kata kepala eksekutif FA Mark Bullingham kepada The Athletic November lalu. “Anda sampai pada titik di mana pemain mengetahui ancaman sin bins sehingga mereka tidak melanggar.”

Dua kartu biru akan menghasilkan kartu merah, begitu pula kombinasi kartu biru dan kuning. Jika berhasil diterapkan, kartu biru akan menjadi kartu baru pertama yang dikeluarkan sejak tahun 1970, ketika kartu kuning dan merah diperkenalkan.

IFAB belum memberikan batas waktu spesifik kapan kartu biru akan diujicobakan di tingkat yang lebih tinggi dalam piramida sepak bola, namun FA Inggris telah secara sukarela bereksperimen dengan kartu baru untuk Piala FA putra dan putri tahun depan.

Di tempat lain di Eropa, presiden UEFA Aleksander Ceferin menentang perubahan aturan tersebut. Ia menegaskan bahwa Euro musim panas ini dan Liga Champions musim depan tidak akan menjadi ajang pengujian kartu biru.

Kepala wasit Football Australia Nathan Magill telah mengamati perubahan positif sejak “pemain dikeluarkan sementara”. Ia melihat kartu biru sebagai perkembangan yang logis, setidaknya pada level tertentu, demikian yang disitir Sydney Morning Herald.

Di luar lapangan, perlakuan terhadap wasit semakin buruk. Seorang wasit diserang di Sydney tahun lalu. Kurang dari dua bulan lalu di Super Lig Turki, ketua klub berlari ke lapangan usai peluit akhir dan meninju wajah wasit. Di A-League, pelatih Western Sydney Wanderers Marko Rudan menghadapi sanksi berat karena kata-kata kasarnya terhadap wasit dan dugaan “stigma” yang mempengaruhi timnya.

Di Piala Asia 2023, wasit Australia keturunan Iran Alireza Faghani dikecam habis. Ia menjadi sasaran ratusan ribu pesan kasar di media sosial setelah memberikan kartu kuning kedua kepada pemain Irak karena perayaan gol yang berlebihan.

Banyak skeptisisme mengenai kepraktisan hukuman 10 menit, termasuk dari manajer Tottenham Hotspur Ange Postecoglou. "Lupakanlah. Saya tidak tahu kenapa mereka [IFAB] terus ikut campur dalam permainan," katanya.

Dikutip The Mirror, mantan bintang Arsenal dan Real Madrid Mesut Ozil mengolok-olok mantan klub rivalnya Atletico Madrid saat pengenalan kartu biru baru sedang dipertimbangkan.

Ozil cepat memanfaatkan berita tersebut buat mengejek Atletico. Pemain Jerman itu memenangkan La Liga dan Copa del Rey bersama Real Madrid selama tiga tahun, serta berkali-kali menghadapi Atletico.

Dia mengarahkan serangan ke tim asuhan Diego Simeone, yang terkenal sering berselisih dengan wasit. Mantan bintang Madrid itu menulis di Twitter: "Jadi Atletico Madrid hanya akan bermain dengan 6 pemain?"

img
Arpan Rachman
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan