logo alinea.id logo alinea.id

Edy Rahmayadi mundur dari ketua umum PSSI

Edy mengaku gagal memimpin PSSI sejak menjabat pada 2016.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Minggu, 20 Jan 2019 11:31 WIB
Edy Rahmayadi mundur dari ketua umum PSSI

Edy Rahmayadi mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pengunduran diri Gubernur Sumatera Utara ini disampaikan dalam kongres tahunan PSSI yang berlangsung di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (20/1).

Edy menganggap dirinya gagal memimpin federasi tertinggi sepak bola Indonesia. Menurutnya, mundur menjadi keputusan terbaik bagi dunia sepak bola Indonesia.

"Tidak ada yang menekan saya untuk mundur. Ini adalah keputusan yang terbaik untuk bangsa," ujar Edy usai menyampaikan pidato pengunduran dirinya dalam kongres tahunan PSSI di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (20/1).

Ia pun meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, terutama para pecinta sepak bola, atas kepemimpinannya sejak 2016. Ia mengakui dirinya telah gagal membawa PSSI menjadi lebih baik. 

Mantan Panlima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) ini pun mengatakan, memimpin PSSI menjadi tantangan paling sulit dalam hidupnya.

"Sudah dilarang mengatur skor, terjadi pengaturan skor. Ada perkelahian juga. Itu kan berarti saya gagal. Jangan sampai karena satu atau dua orang PSSI terganggu. Mari kita doakan pemimpin berikutnya lebih jaya," tutur Edy.

Dengan mundurnya Edy, PSSI akan dipimpin sementara oleh Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Ia bisa mengisi jabatan tersebut hingga era pengurus yang dilantik pada 2016 berakhir, yaitu pada 2020 mendatang. 

Namun bisa juga para pemilik suara (voters) meminta segera dilakukan pergantian ketua umum. Mekanisme yang dilakukan adalah melalui kongres luar biasa (KLB).

Sponsored

Regulasi tersebut diatur dalam pasal 30 Statuta PSSI. Dalam aturan tersebut, tercantum syarat KLB dapat digelar, yaitu jika 50 persen atau 2/3 delegasi mengajukan permohonan tertulis pelaksanaan KLB. 

Selanjutnya, KLB akan digelar oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI dalam tiga bulan setelah permintaan resmi diterima. Jika dalam kurun waktu tersebut Exco tak melangsungkan KLB, anggota dapat menggelarnya sendiri atau dengan bantuan federasi sepakbola dunia, FIFA. (Ant)